Labuhanbatu, NusantaraTop.co – Koalisi Mahasiswa Progresif Anti Korupsi (KOMPAS SUMUT) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Rabu (13/5/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap dugaan praktik korupsi, penyalahgunaan jabatan, serta lemahnya pengawasan penggunaan anggaran di Kabupaten Labuhanbatu.
Dalam aksi itu, massa mahasiswa menegaskan demonstrasi yang mereka lakukan merupakan bentuk kontrol sosial dan suara moral mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dinilai merugikan masyarakat.
Koordinator aksi, Muhammad Dedi Hamonangan, menyampaikan bahwa anggaran negara seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan menjadi ruang penyalahgunaan oleh oknum tertentu.
“Kedatangan kami ke Kejaksaan Negeri Labuhanbatu bukan untuk mencari sensasi, tetapi mendesak aparat penegak hukum agar serius dan berani menindaklanjuti setiap dugaan korupsi tanpa tebang pilih,” tegasnya dalam orasi.
Dalam aksi tersebut, KOMPAS SUMUT menyoroti sejumlah dugaan persoalan di beberapa instansi. Salah satunya terkait dugaan belanja jasa fiktif dan persoalan transparansi retribusi di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Labuhanbatu.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti sejumlah proyek infrastruktur di Dinas PUPR yang diduga tidak sesuai spesifikasi sehingga mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
Tak hanya itu, massa aksi turut menyoroti dugaan penyimpangan penggunaan anggaran desa, termasuk program ketahanan pangan dan penyaluran dana untuk keadaan mendesak yang dinilai tidak transparan.
Mahasiswa juga menyampaikan harapan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu yang baru agar mampu memperkuat penegakan hukum serta menunjukkan komitmen nyata dalam pemberantasan korupsi di wilayah Kabupaten Labuhanbatu.
Dalam tuntutannya, KOMPAS SUMUT meminta Kejaksaan Negeri Labuhanbatu segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terkait dengan berbagai persoalan yang mereka sampaikan.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak agar proses penanganan perkara dilakukan secara transparan dan terbuka kepada publik.
Aksi demonstrasi ditutup dengan penegasan sikap mahasiswa untuk terus mengawal setiap proses hukum demi terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Lawan Korupsi!” teriak massa aksi saat menutup demonstrasi.(red)












