Tarutung, NusantaraTop.co – Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmennya dalam mengawal transformasi pendidikan melalui Seminar Pendidikan Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Mini Fakultas Teologi , Selasa (6/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Strategi Mempersiapkan SDM Berkualitas Demi Menyongsong Generasi Emas Tapanuli Utara 2045” tersebut diikuti lebih dari 200 mahasiswa dan pemuda dari berbagai elemen di Kabupaten .
Hadir sebagai keynote speaker, Bupati Tapanuli Utara memberikan apresiasi terhadap inisiatif GMNI dalam mendorong kemajuan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Kehadiran bupati dinilai mempertegas sinergi antara visi pemerintah daerah dan gerakan mahasiswa dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan progresif di Tapanuli Utara.

GMNI Fokus Kerja Nyata untuk Pendidikan Desa
Ketua DPC GMNI Tapanuli Utara, , dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan seremonial atau diskusi semata.
Menurutnya, GMNI harus hadir langsung di tengah masyarakat melalui program-program nyata yang berdampak bagi pendidikan anak-anak di desa.
“Kami tidak ingin berhenti di ruang diskusi yang nyaman. GMNI Tapanuli Utara berkomitmen menerjemahkan hasil pemikiran dari para narasumber menjadi aksi nyata melalui pembentukan Rumah Belajar di desa-desa,” tegas Daniel Nababan.
Ia mengatakan program Rumah Belajar nantinya akan menjadi bentuk tanggung jawab moral organisasi untuk memastikan tidak ada anak di Tapanuli Utara yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan.
Hadirkan Akademisi dan Forkopimda
Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan, di antaranya Rektor IAKN Tarutung, , serta .
Selain itu, kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, mulai dari perwakilan Kapolres Tapanuli Utara, Dandim yang diwakili Kasubbid, hingga perwakilan Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, .
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia di Tapanuli Utara.
Fokus Literasi dan Adaptasi Teknologi
Program Rumah Belajar yang digagas GMNI nantinya akan difokuskan pada pendampingan literasi, penguatan karakter, serta adaptasi teknologi bagi anak-anak desa.
Melalui program tersebut, GMNI berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, praktisi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(red/tim)
Editor : Pahotan M Hutagalung












