Medan, NusantaraTop.co — Pemadaman listrik atau blackout yang melanda Kota Medan dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk beraksi. Toko Mas Agung yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Kampung Baru, dibobol maling saat kondisi kawasan gelap gulita pada Sabtu sore (23/5/2026).
Dalam aksi tersebut, sebanyak 150 gram logam mulia senilai sekitar Rp400 juta raib dibawa kabur seorang pria yang mengenakan helm tertutup.
Aksi pencurian itu terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial. Dari rekaman yang beredar, pelaku terlihat mengenakan jaket lengan panjang, masker, dan helm. Dengan santai, pelaku menggenggam telepon seluler di satu tangan, sementara tangan lainnya membawa emas batangan sebelum melarikan diri dari toko.
“Logam mulia 150 gram ditaksir Rp400 juta lenyap dibawa kabur pelaku dari toko emas di Katamso,” demikian narasi dalam unggahan video yang viral tersebut.
Seorang juru parkir di lokasi bernama Kurniawan mengatakan, pencurian terjadi saat suasana toko sepi akibat listrik padam. Kondisi gelap membuat pelaku leluasa menjalankan aksinya tanpa menimbulkan kecurigaan.
“Awalnya kukira pembeli biasa. Taunya dia langsung lari, naik Nmax sendirian. Pakai masker sama helm. Kata orang toko, memang ada 150 gram yang hilang,” ujar Kurniawan.
Menurutnya, blackout membuat kawasan pertokoan jauh lebih lengang dibanding biasanya sehingga dimanfaatkan pelaku untuk beraksi.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Poltak Tambunan membenarkan peristiwa tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti.
“Dugaan awal pelaku tunggal. Kelengahan terjadi saat pegawai toko menyerahkan emas kepada pelaku sebanyak dua kali tanpa pengawasan ketat,” terang Poltak.
Pelaku disebut langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor Yamaha NMax yang sudah diparkir sekitar 10 meter dari lokasi toko emas. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku setelah pemilik toko membuat laporan resmi.
Peristiwa ini menambah daftar dampak blackout PLN di Sumatera Utara yang tak hanya memadamkan aktivitas warga, tetapi juga dimanfaatkan pelaku kriminal untuk menjalankan aksinya.(red)












