Sibolga, NusantaraTop.co – Sejumlah pelanggan Perumda Tirta Nauli Sibolga mengeluhkan lonjakan tagihan air bersih yang dinilai meningkat drastis tanpa penjelasan yang memadai. Salah seorang pelanggan bahkan mengaku tagihan bulanannya naik hingga lebih dari dua kali lipat dibanding pembayaran biasanya.
Keluhan itu disampaikan Krisman Aritonang (49), warga Jalan Kakap, Kota Sibolga. Ia mengaku terkejut saat menerima rekening air untuk pemakaian Mei dan Juni 2026 yang nilainya mencapai lebih dari Rp300 ribu per bulan.
Berdasarkan tagihan yang ditunjukkannya, pemakaian air pada Mei 2026 tercatat 84 meter kubik dengan total tagihan Rp321.050. Sementara pada Juni 2026, pemakaian 83 meter kubik dikenakan biaya Rp317.050.
Menurut Krisman, nilai tersebut jauh lebih tinggi dibanding tagihan bulan-bulan sebelumnya yang rata-rata hanya sekitar Rp150 ribu.
“Ini tiba-tiba pembayaran air saya sampai ke harga Rp317 ribu. Sebelumnya pembayaran air saya rata-rata Rp150 ribu,” ujarnya kepada wartawan di Sibolga, Rabu (22/7/2026).
Minta Transparansi Tarif Air
Krisman mengaku keberatan dengan kenaikan tagihan tersebut karena merasa volume pemakaian air di rumahnya tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Dalam kurun waktu empat bulan terakhir, total tagihan air yang harus dibayarnya mencapai sekitar Rp1.148.200.
Ia berharap Perumda Tirta Nauli Sibolga memberikan penjelasan secara terbuka mengenai besaran tarif air per meter kubik agar pelanggan dapat menghitung sendiri tagihan sesuai pemakaian.
“Tolonglah diumumkan ke pelanggan, berapa tarif air per kubik, jadi kami bisa menghitung pembayaran tagihan kami sesuai pemakaian,” katanya.
Keberatan Masuk Golongan RT3
Selain mempertanyakan kenaikan tarif, Krisman juga mengaku keberatan karena rumahnya masuk dalam kategori pelanggan RT3, yang menurutnya diperuntukkan bagi rumah tangga menengah ke atas.
Padahal, kata dia, rumah yang ditempatinya hanya semi permanen dan penghasilannya berasal dari usaha kedai kopi sederhana.
“Pendapatan dari warung juga kalau ramai hanya seratus ribuan, kalau sepi paling Rp50 ribu. Tidak menentu,” ungkapnya.
Ia bahkan mengaku kerap terlambat membayar tagihan air karena keterbatasan ekonomi.
“Itulah sebabnya bayar air pun sering telat, karena saya warga miskin,” ujarnya.
Perumda Belum Beri Penjelasan
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur Perumda Tirta Nauli Sibolga, Khairunas Panggabean, belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan pelanggan maupun dugaan kenaikan tarif air tersebut.
NusantaraTop.co masih berupaya menghubungi pihak Perumda Tirta Nauli Sibolga untuk memperoleh klarifikasi dan akan memperbarui informasi setelah ada tanggapan resmi. (red)












