New York, NusantaraTop.co – Insiden tragis terjadi di LaGuardia Airport, Amerika Serikat, Minggu malam (waktu setempat), ketika sebuah pesawat Air Canada menabrak kendaraan pemadam kebakaran di landasan saat proses pendaratan.
Akibat kecelakaan tersebut, dua pilot dilaporkan tewas. Selain itu, lebih dari 40 orang yang terdiri dari penumpang, awak kabin, serta petugas pemadam (Aircraft Rescue and Firefighting) mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Otoritas setempat menyatakan bandara ditutup sementara hingga Senin siang sekitar pukul 14.00 waktu setempat untuk proses evakuasi dan penyelidikan.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, turut menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut. Dalam pernyataannya di media sosial X, ia menyebut kecelakaan tersebut sebagai peristiwa yang sangat menyedihkan.
“Pejabat Kanada bekerja sama dengan otoritas Amerika Serikat dalam proses investigasi yang sedang berlangsung. Pikiran saya bersama para korban dan keluarga mereka,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Menteri Transportasi Kanada, Steven MacKinnon, yang menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama pemerintah Kanada.
Sementara itu, Menteri Transportasi Amerika Serikat, Sean Duffy, menyebut insiden tersebut sebagai “kecelakaan mengerikan”. Ia juga mengungkapkan bahwa pesawat membawa 72 penumpang dan empat awak.
Menurutnya, investigasi tengah dilakukan oleh National Transportation Safety Board dan Federal Aviation Administration untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Selain dua pilot yang tewas, lebih dari belasan penumpang serta sedikitnya dua petugas pemadam dari otoritas bandara juga mengalami luka-luka.
Hingga kini, penyebab pasti tabrakan antara pesawat dan kendaraan pemadam di landasan masih dalam penyelidikan.
(Sumber: Fox News | Editor: Pahotan M. Hutagalung)












