Madrid, NusantaraTop.co – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan pesan khusus kepada warga Tenerife, Spanyol, terkait penanganan wabah hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius.
Dalam pernyataan resminya yang dirilis WHO pada 9 Mei 2026, Tedros menegaskan bahwa situasi saat ini bukanlah pandemi baru seperti COVID-19 dan risiko kesehatan masyarakat akibat hantavirus di Tenerife tetap rendah.
“Saya perlu menyampaikan dengan jelas: ini bukan COVID lainnya. Risiko kesehatan masyarakat saat ini akibat hantavirus tetap rendah,” tegas Tedros dalam pesannya kepada warga Tenerife.
Tedros mengakui masyarakat masih menyimpan trauma pandemi 2020 sehingga muncul kekhawatiran ketika kapal yang membawa kasus hantavirus mendekati wilayah mereka.
Virus yang ditemukan di kapal MV Hondius diketahui merupakan strain Andes dari hantavirus. WHO menyebut virus tersebut memang serius karena telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia, namun risiko penularan kepada masyarakat umum di Tenerife dinilai rendah.
Saat ini, menurut WHO, tidak ada penumpang bergejala di atas kapal tersebut. Tim ahli WHO juga telah berada di kapal untuk memantau kondisi kesehatan para penumpang dan awak kapal.
Pemerintah Spanyol disebut telah menyiapkan prosedur ketat dalam proses penanganan kapal MV Hondius. Para penumpang akan dipindahkan melalui pelabuhan industri Granadilla menggunakan kendaraan tertutup dan jalur steril yang dijaga ketat sebelum dipulangkan langsung ke negara asal masing-masing.
“Anda tidak akan bertemu mereka. Keluarga Anda juga tidak akan bertemu mereka,” ujar Tedros menenangkan warga Tenerife.
Tedros juga menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez atas keputusan menerima kapal tersebut sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan tanggung jawab moral internasional.

Baca Juga : Kemenkes Ungkap Hantavirus di Indonesia Tipe HFRS, Masyarakat Diminta Waspada
WHO menjelaskan keputusan tersebut diambil berdasarkan International Health Regulations (IHR), yakni aturan internasional yang mengatur kewajiban negara dalam menghadapi situasi darurat kesehatan global.
Menurut WHO, Tenerife dipilih karena memiliki kapasitas medis, infrastruktur, dan kemampuan penanganan yang memadai untuk membantu hampir 150 penumpang dari 23 negara yang telah berada di laut selama beberapa pekan.
Tedros bahkan menyatakan akan datang langsung ke Tenerife untuk memantau proses penanganan serta memberikan penghormatan kepada para tenaga kesehatan, petugas pelabuhan, dan masyarakat setempat.
“Saya ingin berdiri bersama para petugas kesehatan dan seluruh pihak yang menangani operasi ini. Solidaritas dan kemanusiaan warga Tenerife layak diapresiasi,” katanya.
WHO juga memuji kerja sama kapten kapal MV Hondius, Jan Dobrogowski, kru kapal, serta operator pelayaran yang dinilai kooperatif selama proses penanganan wabah berlangsung.
Di akhir pesannya, Tedros mengajak masyarakat tetap tenang dan percaya pada langkah mitigasi yang telah dipersiapkan pemerintah dan WHO.
“Virus tidak peduli politik dan tidak mengenal batas negara. Kekebalan terbaik yang kita miliki adalah solidaritas,” tutup Tedros.
Sumber: WHO
Editor : Pahotan M Hutagalung












