Jakarta, NusantaraTop.co – Pelaksanaan Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 menjadi sorotan publik usai cuplikan video perlombaan viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat adanya perdebatan antara peserta dan dewan juri terkait jawaban yang dinilai salah meski dianggap benar oleh banyak warganet.
Ajang intelektual tingkat pelajar yang seharusnya menjadi sarana edukatif itu justru memicu gelombang kritik dari masyarakat. Banyak netizen menilai sikap dewan juri tidak objektif dan terlalu keras mempertahankan keputusan penilaian.
Dilansir dari Suara, dua sosok juri yang menjadi perhatian publik diketahui bernama Dyastasita WB dan Indri Wahyuni. Keduanya merupakan pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI.
Dyastasita WB diketahui menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi di bawah Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI dengan pangkat Pembina Utama atau Golongan IV/e. Dalam tugasnya, Dyas memiliki peran penting dalam memantau pelaksanaan seleksi LCC Empat Pilar di berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Indri Wahyuni menjabat sebagai Kepala Bagian Badan Sosialisasi Setjen MPR RI. Ia dikenal aktif mengoordinasikan program sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Baca Juga : Viral Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar, Juri Dinilai Beri Skor Berbeda untuk Jawaban Sama
Namun, di tengah viralnya potongan video lomba tersebut, publik justru mempertanyakan integritas penilaian dalam ajang nasional itu. Sejumlah warganet meminta penyelenggara memberikan klarifikasi serta evaluasi terhadap sistem penjurian agar perlombaan berlangsung lebih profesional dan transparan.
“Ajang pendidikan seharusnya mengedepankan objektivitas dan memberi ruang diskusi ilmiah, bukan mempertahankan jawaban yang diperdebatkan publik,” tulis salah satu netizen di media sosial.
Hingga kini, polemik terkait penilaian final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 masih ramai diperbincangkan di berbagai platform digital. Kolom komentar media sosial pun terus dipenuhi kritik serta tuntutan masyarakat agar penyelenggara memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut.
Sumber: Suara
Editor: Pahotan M Hutagalung












