Medan, NusantaraTop.co – Sebanyak 356 jemaah haji Kloter 14 Debarkasi Medan tiba dengan selamat di Bandara Internasional Kualanamu, Rabu (17/6/2026) malam.
Rombongan tersebut terdiri dari 53 jemaah asal Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), 89 jemaah dari Kabupaten Simalungun, dan 207 jemaah dari Kota Medan.
Wakil Bupati Tapanuli Tengah H. Mahmud Efendi Lubis hadir langsung menyambut kepulangan para jemaah di Asrama Haji Medan, Jalan Abdul Haris Nasution. Ia menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan lengkap.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah haji telah kembali dengan selamat, sehat walafiat, dan lengkap. Ini berkah dan karunia yang patut kita syukuri. Semoga seluruh jemaah haji mendapatkan pahala dan membawa berkah bagi keluarga, masyarakat, dan wilayah Tapteng,” ujar Mahmud.
Kepulangan Kloter 14 sempat mengalami penyesuaian jadwal penerbangan. Pesawat yang sebelumnya dijadwalkan tiba pukul 13.25 WIB baru mendarat sekitar pukul 15.35 WIB. Meski mengalami keterlambatan sekitar dua jam, proses debarkasi berjalan lancar dan tertib.
Kepala Sub-Divisi Humas Kemenhaj Sumut, Suci Ramadhani, memastikan perubahan jadwal tersebut telah dikoordinasikan sehingga proses penyambutan tetap berjalan dengan baik.
Mahmud Efendi Lubis menegaskan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas transportasi udara dari Tapteng menuju Medan saat keberangkatan maupun kepulangan.
“Pemerintah daerah menyediakan fasilitas pesawat terbang bagi para jemaah haji dari Tapanuli Tengah ke Medan, baik saat berangkat maupun pulang. Semoga ini memberi kenyamanan dan menjadi bagian dari pelayanan terbaik untuk tamu-tamu Allah,” katanya.
Setelah penyambutan di Asrama Haji Medan, sebanyak 53 jemaah asal Tapteng akan beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandara Dr. Ferdinand Lumban Tobing, Pandan, untuk kembali ke daerah masing-masing.
Mahmud juga menitipkan doa dan harapan agar seluruh jemaah mendapatkan predikat haji mabrur serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Setelah kembali dari Tanah Suci, semoga kesehatan tetap terjaga, ibadah bertambah, amal kebaikan bertambah, dan mampu menjadi contoh di keluarga dan lingkungan. Pengalaman spiritual selama berhaji harus memberi dampak positif bagi kehidupan sosial, keagamaan, serta memperkuat nilai persaudaraan dan kepedulian sosial di Tapteng,” pungkasnya.(red)
Laporan : Dara Mustika
Editor : Pahotan M Hutagalung












