Tapanuli Tengah, NusantaraTop.co – Pendeta bernama Lea Felanie (59) yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir bandang di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban ditemukan warga pada Minggu sore (14/12/2025) di sekitar Pasar Tradisional Tukka, atau berjarak sekitar 3 kilometer dari rumah korban yang terdampak banjir bandang.
Anak ketiga korban, Betty Trifena Ritonga, membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan keluarga langsung menuju rumah sakit setelah mendapat kabar jenazah ibunya ditemukan.
“Puji Tuhan, mama kami sudah ditemukan hari ini di Pasar Tukka, sekitar tiga kilometer dari rumah,” ujar Betty kepada wartawan, Minggu (14/12/2025).
Betty menuturkan, ibunya akan dimakamkan pada Senin pagi (15/12/2025) sekitar pukul 09.30 WIB di pemakaman depan Gereja GPDI, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Mama sudah bersama Bapa di surga. Akan dimakamkan besok pagi,” ucapnya dengan nada haru.
Kronologi Banjir Bandang
Sebelumnya, banjir bandang disertai lumpur, kayu gelondongan, dan bebatuan menerjang pemukiman warga di Lorong 4, Kelurahan Hutanabolon, pada Selasa (14/12/2025) pagi, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari.
Saat kejadian, kedua orang tua Betty yang merupakan pendeta, Lea Felanie (59) dan suaminya Pendeta Irwanner Muda Ritonga (57), sedang berada di rumah usai sarapan pagi.
Setelah sarapan, Lea Felanie membereskan rumah, sementara Irwanner masih duduk. Tak lama kemudian, Irwanner mendengar suara benturan keras kayu menghantam pintu gereja yang berdampingan langsung dengan rumah mereka.
Ketika dicek, kayu berukuran besar telah merusak pintu rumah dari arah perbukitan. Tak berselang lama, air bah dan kayu gelondongan semakin deras datang.
Pendeta Irwanner spontan melompat ke rumah sebelah untuk menyelamatkan diri sambil berteriak memanggil istrinya.
“Bapak melompat ke rumah sebelah dan memanggil mama, ‘ayo, sudah banjir’,” tutur Betty menirukan cerita ayahnya.
Namun nahas, sesaat setelah Irwanner menyeberang, rumah mereka yang berdempetan dengan gereja langsung tersapu banjir bandang, termasuk Lea Felanie yang masih berada di dalam rumah.
Ayah Korban Selamat Secara Ajaib
Pendeta Irwanner Muda Ritonga kemudian kembali melompat dan memanjat pohon bersama seorang anak laki-laki. Namun, pohon tersebut tumbang sehingga keduanya sempat hanyut ke seberang sungai.
Beruntung, keduanya berhasil menyelamatkan diri dengan naik ke perbukitan, lalu kembali menyeberang ke pemukiman warga.
“Bapak selamat itu pun mukjizat, karena situasinya sangat parah,” kata Betty.
Peristiwa ini menambah daftar korban jiwa akibat banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, sekaligus menjadi peringatan akan tingginya risiko bencana di musim hujan.(red)












