DaerahSumut

Banjir dan Longsor Putuskan Akses Pangkalan Susu, Aparat dan Perusahaan Kerahkan Tanggap Darurat Perbaiki Jalan Lintas

×

Banjir dan Longsor Putuskan Akses Pangkalan Susu, Aparat dan Perusahaan Kerahkan Tanggap Darurat Perbaiki Jalan Lintas

Sebarkan artikel ini
Kerusakan parah pada badan jalan lintas Pangkalan Susu akibat banjir dan longsor, menyisakan lubang besar yang memutus akses transportasi. Aparat kepolisian, TNI, pekerja perusahaan, dan warga terlihat bergotong royong di lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan membuka kembali jalur penghubung tersebut.

Pangkalan Susu, NusantaraTop.co – Curah hujan ekstrem sejak 24 hingga 27 November 2025 mengakibatkan banjir dan longsor besar di Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Sejumlah fasilitas umum, termasuk jembatan di Desa Paya Tampak, putus total dan membuat akses jalan lintas Pangkalan Brandan–Pangkalan Susu lumpuh.

Kapolsek Pangkalan Susu, AKP Reynol Naibaho, SH, bersama personel Polsek, Koramil Pangkalan Susu, dan pemerintah kecamatan, langsung melakukan langkah tanggap darurat untuk memperbaiki jalan utama yang menjadi jalur distribusi bahan pokok dan angkutan LPG.

“Perbaikan harus dipercepat karena setiap hari lebih dari 100 unit mobil pengangkut LPG melintasi jalur ini. Akses ini vital bagi masyarakat,” ujar Kapolsek, Minggu (30/11/2025).

Langkah tanggap darurat ini juga melibatkan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang berdomisili di Pangkalan Susu, antara lain Pertamina Gasdom Pangkalan Susu, Indonesia Power (IP), Pertamina EP Pangkalan Susu, dan Indomerine Pangkalan Susu. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pengerjaan akses jalan yang terputus akibat terjangan banjir.

Camat Pangkalan Susu, Jamilah, S.Sos, mengapresiasi kerja cepat semua pihak.

“Atas upaya dan kerja sama Kapolsek, Koramil, perusahaan, serta masyarakat Pangkalan Susu, penanganan jalur lintas dapat dilakukan cepat. Kami berharap solidaritas ini terus berjalan,” ujar Jamilah.

Sementara itu, Babinkamtibmas Desa Paya Tampak, Herbin Sipanyung, diperintahkan untuk terus berkoordinasi dengan warga dalam proses perbaikan jalur tersebut.

Harga Kebutuhan Pokok Melonjak

Putusnya akses menyebabkan distribusi barang terganggu berat. Masyarakat Paya Tampak dan wilayah sekitar mengaku mengalami kerugian cukup besar akibat harga bahan pokok yang naik drastis.

Harga LPG 3 kg kini tembus Rp 25.000, sementara BBM jenis Pertalite dilaporkan dijual hingga Rp 15.000 per liter (data per 27 November 2025).
Selain itu, sinyal komunikasi juga terputus selama beberapa hari sehingga memperburuk kondisi warga.

“Hubungan komunikasi terputus total. Harga-harga naik karena pasokan tidak bisa masuk,” ungkap salah satu warga Paya Tampak.

Dengan percepatan perbaikan jalan lintas oleh aparat, pemerintah kecamatan, dan sejumlah perusahaan, warga berharap akses distribusi logistik segera kembali normal dan harga-harga bahan kebutuhan pokok dapat stabil.

“Kami berharap jalan ini cepat selesai diperbaiki agar aktivitas kembali berjalan, termasuk distribusi sembako untuk masyarakat,” tutur Camat Jamilah.(red)

Laporan : Parsaoran Butarbutar.

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights