Jakarta, NusantaraTop.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 3.102 kejadian bencana alam terjadi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang periode 1 Januari hingga 15 Desember 2025. Data tersebut ditampilkan melalui Peta Data Bencana Indonesia yang dirilis BNPB.
Berdasarkan data BNPB yang dilihat NusantaraTop.co, Senin (15/12/2025) pukul 12.50 Wib, banjir menjadi bencana paling dominan dengan 1.570 kejadian, disusul cuaca ekstrem sebanyak 673 kejadian, serta tanah longsor sebanyak 224 kejadian.
Selain itu, BNPB juga mencatat:
-
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla): 546 kejadian
-
Kekeringan: 36 kejadian
-
Gelombang pasang dan abrasi: 21 kejadian
-
Gempabumi: 23 kejadian
-
Erupsi gunung api: 7 kejadian
-
Tsunami: 1 kejadian
Dampak Korban Jiwa dan Pengungsi
Akibat ribuan bencana tersebut, BNPB mencatat dampak signifikan terhadap masyarakat. Sepanjang 2025, sebanyak 1.462 orang meninggal dunia, 278 orang dinyatakan hilang, serta 7.752 orang mengalami luka-luka.
Sementara itu, jumlah warga yang menderita dan mengungsi akibat bencana alam mencapai 10.340.925 jiwa.
Kerusakan Infrastruktur
Selain korban manusia, bencana alam juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dalam jumlah besar. BNPB mencatat total 195.087 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian:
-
35.880 rumah rusak ringan
-
10.441 rumah rusak sedang
-
148.766 rumah rusak berat
Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas umum, antara lain:
-
950 fasilitas pendidikan
-
668 rumah ibadah
-
269 fasilitas kesehatan
Total fasilitas umum yang terdampak mencapai 1.887 unit.
Peta Risiko Bencana
Dalam peta sebaran BNPB, sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan terlihat memiliki tingkat kejadian bencana tinggi, khususnya akibat banjir dan cuaca ekstrem. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, terutama menghadapi puncak musim hujan dan potensi bencana hidrometeorologi.
BNPB juga mengingatkan pentingnya mitigasi bencana, penataan lingkungan, serta kewaspadaan dini guna meminimalkan korban jiwa dan kerugian material.












