Manchester, NusantaraTop.co – Duo punk asal Inggris, Bob Vylan, resmi dicoret dari jajaran penampil di berbagai festival musik besar Eropa, termasuk Radar Festival Manchester dan Kave Fest Prancis, usai aksi kontroversial mereka di panggung Glastonbury Festival 2025.
Dalam penampilannya di salah satu panggung paling ikonik di Inggris tersebut, vokalis Bob Vylan memimpin massa meneriakkan slogan “Death, death to the IDF (Israel Defence Forces)”, yang langsung menuai kecaman luas dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintahan hingga komunitas internasional.
Didepak dari Radar Festival & Kave Fest
Bob Vylan sebelumnya dijadwalkan tampil sebagai salah satu headliner Radar Festival di Victoria Warehouse, Manchester, pada Sabtu (5/7), namun pihak penyelenggara memastikan dalam pernyataan resmi bahwa penampilan mereka dibatalkan.
Tak hanya itu, penampilan mereka di Kave Fest—festival musik ternama yang digelar di Gisors, Prancis—juga turut dibatalkan. Pihak penyelenggara menyatakan akan merilis pernyataan resmi dalam waktu dekat.
Dalam responsnya, Bob Vylan menyampaikan pernyataan melalui Instagram:
“Manchester, kami akan kembali… Diam bukanlah pilihan. Kami akan baik-baik saja, namun rakyat Palestina masih menderita.”
Baca Juga : Rapper Bob Vylan Tuai Kecaman di Glastonbury: Seruan “Death to IDF” Picu Seruan Penangkapan, BBC Disorot
Dikecam dari PM Hingga Kepala Rabbi Inggris
Kecaman terhadap penampilan Bob Vylan tak berhenti di media sosial. Perdana Menteri Inggris mengecam keras aksi tersebut, menyebutnya sebagai “pidato kebencian yang mengerikan”.
Sementara itu, Kepala Rabbi Inggris, Sir Ephraim Mirvis, menyebut penampilan mereka sebagai “penyiaran kebencian anti-Yahudi secara terang-terangan” di hadapan publik global.
BBC dan Ofcom Tuai Kritik
Kontroversi ini juga menyeret BBC sebagai penyiar resmi Glastonbury, karena tetap menayangkan pertunjukan tersebut secara langsung melalui BBC iPlayer. Direktur Jenderal BBC, Tim Davie, dalam emailnya kepada jaringan staf Yahudi di internal BBC, menyebut dirinya “terkejut dan sangat menyesal” atas penampilan tersebut, dan mengakui bahwa pertunjukan itu tidak pantas ditayangkan.
Regulator penyiaran Inggris, Ofcom, juga menyatakan “keprihatinan mendalam” atas siaran langsung tersebut dan menuntut klarifikasi dari pihak BBC.
“Jelas ada pertanyaan besar yang harus dijawab,” ujar perwakilan Ofcom.
Kepolisian Avon dan Somerset telah membuka penyelidikan kriminal terkait insiden ini. Sementara itu, Kepolisian Metropolitan London juga mengonfirmasi bahwa Bob Vylan tengah diselidiki terkait pernyataan mereka di konser bulan lalu di Alexandra Palace, London, yang terekam dalam video bertanggal 28 Mei 2025.
Meski tanggal resmi dimulainya penyelidikan belum diumumkan, pihak berwenang menyatakan kasus ini tengah berjalan aktif.
Tur Eropa Terancam Buyar
Tak hanya di Inggris dan Prancis, penampilan Bob Vylan di beberapa negara Eropa lainnya juga terancam batal. Sebuah venue di Cologne, Jerman, memastikan bahwa Bob Vylan tidak akan tampil sebagai pembuka konser band AS Gogol Bordello pada September mendatang.
Bob Vylan: Kami Dikorbankan, Bukan Cerita Utama
Menanggapi gelombang penolakan dan penyelidikan, Bob Vylan bersikukuh bahwa mereka sedang menjadi korban karena menyuarakan pendapat. Dalam pernyataan resmi di Instagram, mereka menyatakan:
“Kami bukan menginginkan kematian orang Yahudi, Arab, atau kelompok mana pun. Kami menentang mesin militer yang brutal. Kami hanya gangguan dari cerita yang sesungguhnya.” (red)
Sumber : BBC
Editor : Pahotan M Hutagalung












