Adiankoting, NusantaraTop.co – Curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Tapanuli dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir dan longsor besar di sejumlah titik, terutama di jalur utama Tarutung – Sibolga yang kini lumpuh total. Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu melalui sebuah video yang diterima NusantaraTop.co, Rabu (26/11/2025).
Akses Jalan Tarutung–Sibolga Putus, 20 Titik Longsor
Dalam pernyataannya, Bupati Taput Jonius Hutabarat menjelaskan bahwa kondisi di Adiankoting, Tapanuli Utara, saat ini tidak dapat dilalui karena banyaknya titik longsor.
“Kondisi saat ini tidak bisa dilalui, dikarenakan banyaknya longsor. Gunung longsor ke jalan, jalan juga runtuh ke jurang. Diperkirakan ada kurang lebih 20 titik longsor yang menghubungkan Tapanuli Utara dengan Tapteng,” ujar Jonius.
Ia menyebut petugas dari Balai Jalan Nasional bersama unsur Muspida Taput sedang berupaya menembus jalur yang terputus tersebut. Sejumlah warga yang terjebak juga diketahui berkumpul di rumah makan terdekat sambil menunggu perkembangan.
Baca Juga : Sistem Tekanan Rendah Picu Cuaca Ekstrem di Sumut, Waspada 22–27 November 2025
Bupati Tapteng Terjebak di Taput
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu yang kebetulan berada di wilayah Taput turut terperangkap akibat akses menuju daerah pemerintahannya terputus seluruhnya.
“Ini akses satu-satunya dari Tarutung ke Tapanuli Tengah, Sibolga. Jalur Pakat–Barus juga tertutup. Sudah dua hari lumpuh, kita tidak bisa ke Pandan, dan sebaliknya dari Pandan–Sibolga ke Tarutung juga tidak bisa,” kata Masinton yang juga didampingi Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi yang tampak menggunakan mantel biru.
Ia menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas ekonomi masyarakat Tapteng, Sibolga, dan Taput. Masinton berharap pemerintah provinsi dan Kementerian PUPR segera turun tangan bersama pemerintah daerah.
Listrik dan Komunikasi Terputus, Ada Rumah Tertimpa Longsor
Bupati Taput juga melaporkan bahwa listrik padam, jaringan komunikasi terputus, dan petugas kesulitan berkoordinasi. Informasi sementara menyebutkan adanya longsor bandang di beberapa titik di Kecamatan Adiankoting serta rumah warga yang tertimpa material.
“Untuk korban jiwa yang meninggal, kami belum bisa pastikan karena tidak dapat berkomunikasi,” ujarnya.
Imbauan Kepada Masyarakat
Pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melintas melalui jalur Tapanuli Utara – Tapanuli Tengah – Sibolga karena kondisi masih sangat berbahaya dan akses belum dapat digunakan.
Kedua bupati berharap penanganan bencana dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat untuk menanggulangi dampak cuaca ekstrem, banjir, dan longsor di kawasan Tapanuli, termasuk Taput, Tapteng, Tapsel, dan Kota Sibolga.(red)
Editor : Pahotan M Hutagalung












