NusantaraTop.co | Sumatera Utara —
Bencana banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, mengakibatkan permukiman warga terendam, akses transportasi terputus, serta terganggunya distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan. Sejak Selasa 02 Desember 2025 hingga kini memasuki akhir tahun Rabu 31 Desember 2025 aktifitas itu masih tetap berlanjut.
Di Sumatera Utara, dampak signifikan terjadi di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Langkat, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Selain banjir yang merendam desa-desa pesisir dan dataran rendah, longsor juga menyebabkan akses jalan vital terputus, termasuk ruas Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum).
Merespons situasi darurat tersebut, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat dengan mengerahkan personel untuk evakuasi warga, pengamanan wilayah terdampak, pendistribusian bantuan sosial, hingga pemulihan infrastruktur darurat.
Di Kabupaten Langkat, Polda Sumatera Utara bersama Polres Langkat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di sejumlah titik, antara lain Desa Telaga Jernih Kecamatan Secanggang, Kecamatan Besitang, Kecamatan Pangkalan Brandan, serta Desa Pematang Cengal Kecamatan Tanjung Pura. Bantuan meliputi kebutuhan pokok, air bersih, selimut, perlengkapan bayi, serta obat-obatan, disertai layanan pengobatan gratis bagi warga pascabanjir.
Sementara itu di Kabupaten Tapanuli Tengah, Polda Sumut menunjukkan respons cepat dengan membangun jembatan darurat untuk memulihkan akses transportasi yang terputus akibat longsor. Sejak Selasa pagi, personel gabungan dari Karo Log Polda Sumut, Direktorat Polairud, Direktorat Siber, Brimob, Polairud, serta jajaran Polres Tapteng bergotong royong membangun jembatan darurat dengan peralatan seadanya.
Jembatan tersebut menjadi akses vital yang menghubungkan Pandan dengan Kalangan, sekaligus merupakan ruas strategis Jalinsum Tapteng–Sidempuan.
Putusnya jalur ini sebelumnya menghambat mobilitas warga, kendaraan darurat, serta distribusi bantuan dan logistik.

Personel Polri berjibaku menurunkan dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir melalui jalur sungai. Meski medan sulit dan akses darat terputus, Polri tetap bergerak tanpa henti memastikan bantuan kebutuhan pokok tiba ke daerah terisolir sebagai wujud nyata pengabdian dan kepedulian kemanusiaan.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memastikan masyarakat tidak terisolasi akibat bencana.
“Polda Sumut tidak membiarkan masyarakat terputus akses. Berbagai satuan kami turunkan untuk membangun jembatan darurat agar jalur Pandan–Kalangan dan Jalinsum kembali dapat dilalui,” ujarnya.
Ferry menambahkan, kehadiran Polri tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga percepatan pemulihan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Dengan keterbatasan peralatan, personel tetap bekerja maksimal. Ini adalah bentuk nyata aksi kemanusiaan Polri di tengah bencana,” tambahnya.
Ferry menegaskan, bahwa seluruh kekuatan Polda Sumut kini dipusatkan pada penyelamatan dan pemulihan awal.
“Ini bukan hanya soal angka dan laporan. Ini tentang nyawa. Kami tidak akan berhenti sebelum semua warga terselamatkan dan seluruh bantuan tiba ke tangan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski banyak wilayah terisolasi akibat longsor dan banjir, Polri memastikan kehadiran negara tetap dirasakan.
“Kami hadir melalui darat, air, dan udara. Yang terpenting, masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendirian,” tegasnya.
Kisah bencana di Sumatera Utara menjadi gambaran nyata bahwa pengabdian Polri tidak berhenti pada tugas formal. Di tengah krisis, Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat masyarakat—mengulurkan tangan, menyambung akses, serta menjaga harapan agar warga bisa bangkit kembali.
Di balik seragam cokelat itu, ada empati dan pengabdian yang bekerja tanpa henti. Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kemanusiaan.
Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan bencana masih terus berlangsung. Polri bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan, penyaluran bantuan, serta pemulihan akses transportasi, sembari mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan. (Red)
Laporan & Editor : Pahotan M Hutagalung












