DaerahKesehatanNasionalPendidikanSumut

Mendikdasmen Tinjau Dapur MBG dan Pembangunan Kampus Terpadu UMSU

×

Mendikdasmen Tinjau Dapur MBG dan Pembangunan Kampus Terpadu UMSU

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.E bersama Rektor UMSU Prof. Agussani, MAP, jajaran pimpinan UMSU, serta pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah meninjau progres pembangunan Auditorium Berkemajuan dan Sport Hall Walidah di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Kabupaten Deliserdang, Minggu (4/1). Kawasan ini dipersiapkan sebagai lokasi utama pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah 2027.

Deliserdang, NusantaraTop.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.E didampingi para Direktur Jenderal melakukan peninjauan ekosistem dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Makanan Bergizi Gratis (SPPG-MBG) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Minggu (4/1).

Selain meninjau dapur MBG, Mendikdasmen juga melihat langsung progres pembangunan Auditorium Berkemajuan dan Sport Hall Walidah di Kampus Terpadu UMSU, Kabupaten Deliserdang. Kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai arena utama pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah Tahun 2027.

Dapur MBG UMSU dijadwalkan mulai beroperasi pada 8 Januari 2026. Dalam kunjungan itu, Mendikdasmen didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dan PKPLK Tatang Muttaqin, Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kelembagaan Didik Suhardi, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Maruf, serta Kepala LPMP Sumatera Utara Afrizal S.

Prof. Abdul Mu’ti mengapresiasi langkah konkret UMSU yang dinilainya melampaui sejumlah program pemerintah, khususnya dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, serta gerakan sosial kemasyarakatan dan ekonomi umat.

Menurutnya, keberadaan fasilitas pendukung seperti pabrik roti, peternakan ayam, dan kebun sayuran dalam ekosistem SPPG UMSU menjadi contoh nyata bahwa program tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi menghasilkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Ini sudah beyond dari sekadar program. Yang dilakukan UMSU adalah kerja nyata, less talk, do more. Saat banyak pihak terlalu banyak bicara tetapi minim eksekusi, Muhammadiyah dan UMSU justru menghadirkan solusi,” ujar Mendikdasmen.

Ia menegaskan, pendekatan berbasis kerja nyata sangat penting karena mampu melahirkan optimisme di tengah masyarakat. Sinergi Muhammadiyah-Aisyiyah dengan UMSU, kata dia, telah dirasakan melalui kehadiran solusi konkret di bidang pendidikan dan sosial.

“Banyak pekerjaan hari ini justru menimbulkan pesimisme karena tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Di sini kami melihat contoh nyata: hadir, bekerja, dan memberi solusi,” tegasnya.

Mendikdasmen juga menilai aktivitas pendidikan dan sosial yang telah berjalan di kawasan Kampus Terpadu UMSU menjadi penanda bahwa kawasan yang akan menjadi arena Muktamar Muhammadiyah tersebut tumbuh dan hidup, bukan sekadar proyek fisik semata.

Sementara pembangunan auditorium dan sport hall dinilai memiliki nilai strategis jangka panjang, tidak hanya untuk kepentingan internal kampus. Kawasan ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata edukasi (edu-tourism) yang mengintegrasikan pendidikan, dakwah, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Prof. Abdul Mu’ti mengenang kunjungannya setahun lalu ke lahan Kampus Terpadu UMSU yang saat itu masih kosong. Ia menganalogikannya dengan doa Nabi Ibrahim, yang pada awalnya tidak ada apa-apa, namun kemudian tumbuh menjadi peradaban besar.

“Saya melihat Kampus Terpadu UMSU dan arena Muktamar Muhammadiyah 2027 berpotensi menjadi new settlement dan destinasi masa depan,” ungkapnya.

Ia juga mendorong agar kawasan kampus dilengkapi dengan perpustakaan serta ruang-ruang publik edukatif yang hidup, sehingga dapat menjadi pusat pengembangan Islam berkemajuan sekaligus penggerak kesadaran belajar generasi muda, termasuk membangun idealisme untuk menuntut ilmu hingga ke luar negeri.

Rektor UMSU Prof. Agussani, MAP menyampaikan bahwa pengembangan Kampus Terpadu dirancang sebagai kawasan edukatif terpadu yang tidak hanya melayani kebutuhan akademik, tetapi juga menggerakkan masyarakat sekitar.

“Kami ingin kawasan ini menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi. Edu-tourism yang dibangun di sini harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan Persyarikatan,” ujarnya.

Prof. Agussani menargetkan Auditorium Berkemajuan berkapasitas 7.500 orang dapat digunakan untuk wisuda perdana pada tahun 2027 dan berharap dihadiri langsung oleh Mendikdasmen. Saat ini, progres pembangunan auditorium telah mencapai 33 persen, sementara sport hall telah mencapai 45 persen. Seluruh pembiayaan pembangunan masih menggunakan kekuatan internal UMSU tanpa dukungan perbankan.

Kunjungan Mendikdasmen turut dihadiri Badan Pembina Harian UMSU, Wakil Rektor II Prof. Akrim, MPd, sivitas akademika UMSU, Pimpinan Daerah Muhammadiyah dari Deliserdang, Sergai, Binjai, Tebingtinggi, Asahan, Medan, serta PW Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Usai kunjungan di Sumatera Utara, Mendikdasmen dan para Dirjen dijadwalkan melanjutkan agenda ke Aceh Tamiang dan Langsa untuk memulai sekolah perdana pascalibur panjang. Sebelumnya, Mendikdasmen juga berada di Medan dalam rangka penandatanganan sejumlah prasasti revitalisasi sekolah.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights