DaerahNasionalNewsRagamSumut

Dody Hanggodo: Perbaikan Longsor Sembahe Dituntaskan Sebelum Nataru 2025

×

Dody Hanggodo: Perbaikan Longsor Sembahe Dituntaskan Sebelum Nataru 2025

Sebarkan artikel ini
Menteri PU Dody Hanggodo (ist)

Deli Serdang, NusantaraTop.co
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan penanganan longsor pada ruas jalan Medan–Berastagi di kawasan Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, rampung pada Desember 2025.

“Kami berharap pekerjaan ini tuntas di bulan Desember 2025,” ujar Dody didampingi anggota DPR RI Muhammad Lokot Nasution saat meninjau lokasi longsoran di Sembahe, Sabtu (8/11).

Ia menegaskan bahwa penyelesaian penanganan longsor harus tepat waktu agar arus lalu lintas pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berjalan lancar dan aman.

“Jalur ini sangat strategis, digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, sosial, serta pariwisata. Jadi harus tuntas sebelum Nataru,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Dody turut didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN) Sumatera Utara Hardy Siahaan, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWWS) Sumatera II Feriyanto Pawenrusi, serta sejumlah pejabat Kementerian PU.

Ia menjelaskan, kondisi tebing di kawasan Sembahe memiliki kemiringan curam sehingga rentan longsor. Dua titik utama saat ini ditangani menggunakan teknologi khusus dari Eropa, termasuk pemasangan struktur tiang penahan yang diimpor.

Menurutnya, progres pekerjaan telah mencapai 70–74 persen dan ditargetkan rampung pada awal Desember 2025.

Tercatat terdapat 21 titik rawan longsor di jalur Medan–Berastagi, dengan 12 titik menjadi prioritas penanganan tahun ini. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp21,7 miliar untuk penanganan 12 titik prioritas tersebut.

“Progresnya sudah sekitar 74 persen, jadi insha Allah selesai awal Desember sebelum Nataru,” ujar Dody.

Ia menambahkan, medan kerja yang curam dan berbatu membuat proses pengeboran serta pemasangan pelindung tebing harus dilakukan oleh tenaga kerja yang bekerja di ketinggian, sehingga aspek keselamatan menjadi prioritas utama.

Secara nasional, Kementerian PUPR juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dengan menyiagakan satgas serta peralatan penanganan darurat di berbagai wilayah.

“Dana yang tersedia mencukupi. Namun apabila diperlukan tambahan untuk percepatan, tentu akan kami ajukan. Semua ini untuk memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga,” jelasnya. (red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights