HukumMancanegara

Ibu dan 2 Anak Divonis Bersalah Bunuh Kerabat, Aksi Balas Dendam Direkam Saat Penikaman

×

Ibu dan 2 Anak Divonis Bersalah Bunuh Kerabat, Aksi Balas Dendam Direkam Saat Penikaman

Sebarkan artikel ini
Kolase foto para pelaku dan korban dalam kasus pembunuhan di Blackburn, Inggris. Joanne Maxwell bersama dua anaknya, Amie Clegg (22) dan Liam Donlin (25), dinyatakan bersalah atas pembunuhan Paul Scott (kanan). Foto: Kepolisian Lancashire (Lancs Police) | Sumber: The Sun.

Blackburn, NusantaraTop.co, Sabtu (31/1/2026) – Seorang ibu bersama dua anaknya dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana setelah menikam kerabat mereka hingga tewas dalam aksi balas dendam brutal di depan rumah korban. Ketiganya terbukti bekerja sebagai satu tim untuk merencanakan dan mengeksekusi pembunuhan tersebut.

Terdakwa masing-masing Joanne Maxwell (47), putranya Liam Donlin (25), dan putrinya Amie Clegg (22) dinyatakan bersalah membunuh Paul Scott, kerabat jauh mereka, usai persidangan di Preston Crown Court.

Jaksa mengungkapkan, pembunuhan itu dipicu konflik lama antara Maxwell dan korban. Paul Scott diketahui sempat mencoba melerai perkelahian yang melibatkan Maxwell pada September 2024, yang kemudian berkembang menjadi dendam.

Peristiwa pembunuhan terjadi pada 22 Juni 2025. Malam itu, Clegg merekam momen saat Donlin menikam Paul Scott tepat di bagian dada hingga menembus jantung. Dalam rekaman tersebut, Donlin terdengar memaki korban sebelum melakukan penikaman fatal.

Usai kejadian, Maxwell dan Clegg berusaha menutupi aksi mereka dengan menyebarkan kebohongan, termasuk mengklaim tidak mengetahui bagaimana korban bisa terluka parah. Namun penyelidikan mengungkap fakta sebaliknya.

Jaksa Penuntut Richard Little KC menegaskan pembunuhan tersebut bukanlah kecelakaan.
“Ini adalah luka tusuk yang disengaja, langsung ke dada dan jantung. Mereka semua menginginkan hal yang sama, yakni mengajari Paul Scott sebuah pelajaran dengan kekerasan mematikan,” tegasnya di persidangan.

Majelis hakim mendengar bahwa sehari sebelum pembunuhan, Maxwell dan Clegg menghabiskan waktu di sebuah bar di Blackburn sebelum bertemu Donlin. Ketiganya kemudian pulang bersama menggunakan taksi ke rumah keluarga di Darwen, Lancashire. Sopir taksi mengaku mendengar Maxwell berkata, “Ini harus diselesaikan malam ini.”

Setibanya di rumah, mereka mengambil empat pisau dapur, lalu bergerak menuju rumah korban. Donlin bahkan sempat mengirim pesan bernada ancaman kepada rekannya, menyatakan keinginannya untuk menyerang korban.

Clegg diketahui berperan penting dalam aksi tersebut, mulai dari menunjukkan lokasi rumah korban, membawa pisau, hingga memancing korban keluar rumah. Meski sempat berkata agar tidak menikam, jaksa menyatakan Clegg mengetahui adanya niat untuk membunuh.

Setelah kejadian, Clegg memberikan identitas palsu kepada petugas medis dan mengaku tidak mengetahui alamat kejadian maupun penyebab luka korban.

Selain vonis pembunuhan, Maxwell dan Clegg juga dinyatakan bersalah atas kepemilikan senjata tajam.

Dalam pernyataan usai putusan, keluarga korban menyampaikan duka mendalam.
“Tujuh bulan terakhir adalah mimpi buruk terberat bagi keluarga kami. Paul direnggut dengan cara yang kejam oleh seorang ibu dan dua anaknya. Mereka menyerang, membunuh, dan merekam detik-detik terakhir hidup Paul di depan rumahnya sendiri,” tulis keluarga korban.

Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses hukum hingga vonis bersalah dijatuhkan.(red)

Sumber : The Sun

Editor : Pahotan Maruli Tua Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights