Guadalajara, NusantaraTop.co – Meksiko berada dalam status siaga tinggi pada Senin (waktu setempat) setelah gelombang kekerasan meluas di berbagai negara bagian menyusul tewasnya gembong narkoba paling diburu, Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”.
Pemimpin Cártel Jalisco Nueva Generación (CJNG) itu dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tembak dalam bentrokan dengan tentara Meksiko di Tapalpa, Negara Bagian Jalisco. Ia sempat diterbangkan ke Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.
“El Mencho” diketahui memiliki hadiah buronan sebesar 15 juta dolar AS dari pemerintah Amerika Serikat.
Kota Lumpuh dan Warga Mengungsi
Kabar kematian bos kartel tersebut langsung memicu aksi balasan dari anggota kartel di sejumlah wilayah. Jalan-jalan diblokade, kendaraan dan bisnis dibakar, serta terjadi bentrokan bersenjata dengan aparat keamanan.
Di ibu kota negara bagian, Guadalajara, suasana mencekam. Toko, apotek, dan pom bensin tutup. Warga memilih berlindung di rumah, sementara wisatawan bertahan di hotel dan resor.
Seorang pekerja SPBU, Maria Medina, mengaku ketakutan saat lokasi kerjanya dibakar oleh pria-pria bersenjata. “Saya pikir mereka akan menculik kami. Saya berlari ke warung taco untuk berlindung,” ujarnya kepada AFP.
Kekerasan juga meluas ke Negara Bagian Michoacán dan kota resor Puerto Vallarta, wilayah yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas keamanan.

Aksi blokade dan pembakaran kendaraan mewarnai sejumlah wilayah di Meksiko setelah kabar kematian Nemesio “El Mencho” Oseguera memicu respons kekerasan dari anggota kartel, membuat warga ketakutan dan memilih berlindung. (Foto: Ulises Ruiz/AFP)
Baca Juga : Tentara Meksiko Tewaskan “El Mencho”, Bos Kartel CJNG yang Paling Diburu AS dan Meksiko
Peringatan Perjalanan Internasional
Sejumlah negara langsung mengeluarkan peringatan perjalanan. Pemerintah Inggris menyarankan warganya menunda perjalanan non-esensial ke wilayah Jalisco. Amerika Serikat meminta warganya untuk “berlindung di tempat” hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kanada juga meminta warganya menjaga profil rendah di tengah laporan baku tembak dan ledakan.
Puluhan penerbangan dari dan menuju Amerika Serikat serta Kanada dilaporkan dibatalkan akibat situasi keamanan.
Jalisco sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia musim panas ini, sehingga kondisi keamanan menjadi perhatian serius.
Dukungan Intelijen Amerika Serikat
Operasi militer Meksiko disebut mendapat dukungan informasi tambahan dari otoritas Amerika Serikat. Juru bicara Gedung Putih menyatakan Washington memberikan dukungan intelijen dalam operasi tersebut.
Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya telah menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris dan menuduhnya menyelundupkan kokain, heroin, metamfetamin, serta fentanil ke Amerika Serikat.
Dalam operasi tersebut, enam anggota kartel tewas selain “El Mencho”, dua orang ditangkap, dan sejumlah senjata berat disita, termasuk peluncur roket yang mampu menjatuhkan pesawat.
Potensi Perebutan Kekuasaan
“El Mencho”, 59 tahun, dikenal sebagai salah satu bos kartel terakhir yang beroperasi dengan gaya brutal seperti Joaquín Guzmán alias “El Chapo” dan Ismael “El Mayo” Zambada.
Dengan putranya, Rubén “El Menchito” Oseguera González, telah divonis bersalah di pengadilan federal Washington pada September lalu, para analis memperingatkan kemungkinan terjadinya kekosongan kepemimpinan dalam tubuh CJNG.
Kondisi tersebut dikhawatirkan membuka peluang terjadinya perpecahan internal dan eskalasi kekerasan baru dalam beberapa hari ke depan.
Sementara itu, Guatemala juga memperketat pengamanan di wilayah perbatasan dengan Meksiko guna mengantisipasi dampak limpahan konflik.(red)
Sumber: AFP / France24
Editor : Pahotan M H












