Meksiko, NusantaraTop.co – Pemimpin Kartel Jalisco Nueva Generación (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho”, dilaporkan tewas dalam operasi militer yang digelar Tentara Meksiko pada Minggu (waktu setempat). Ia dikenal sebagai salah satu gembong narkoba paling berpengaruh dan paling diburu oleh pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat.
Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan operasi dilakukan pada dini hari di wilayah Tapalpa, Negara Bagian Jalisco, Meksiko bagian barat. Dalam operasi tersebut, sejumlah anggota kartel dilaporkan tewas. “El Mencho” sempat mengalami luka serius dan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis.
Operasi Militer dan Dampaknya
Di bawah kepemimpinan “El Mencho”, Cártel Jalisco Nueva Generación berkembang dari basisnya di Jalisco hingga memiliki jaringan hampir di seluruh wilayah Meksiko. Kartel ini dikenal sebagai salah satu organisasi kriminal paling kuat dan brutal di negara tersebut.
Dalam operasi tersebut, aparat menyita sejumlah kendaraan lapis baja dan berbagai senjata berat, termasuk peluncur roket yang mampu menembak jatuh pesawat. Enam anggota kartel dilaporkan tewas dan tiga prajurit mengalami luka-luka.

Sebelum kematian Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho” dikonfirmasi, kelompok bersenjata memblokade sejumlah ruas jalan di negara bagian Jalisco, Michoacán, dan Tamaulipas sebagai respons atas operasi militer. (Foto : Reuters)
Kematian “El Mencho” memicu gelombang kekerasan di berbagai wilayah. Sedikitnya 252 blokade jalan dilaporkan terjadi di 20 negara bagian, termasuk Jalisco, Michoacán, Guanajuato, Guerrero, Puebla, Baja California, dan Tamaulipas. Aksi pembakaran kendaraan serta serangan terhadap toko dan apotek terjadi di sejumlah kota.
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, mengonfirmasi adanya bentrokan dan aksi pembakaran kendaraan oleh kelompok bersenjata sebagai respons terhadap operasi militer tersebut.
Bandara Internasional Puerto Vallarta dilaporkan mengalami pembatalan dan pengalihan penerbangan akibat situasi keamanan. Beberapa negara seperti Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru juga mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya di Meksiko.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, melalui media sosial X menyatakan bahwa pemerintah pusat berkoordinasi penuh dengan pemerintah negara bagian dan meminta masyarakat tetap tenang.

Dok. Reuters – Gelombang kekerasan pascakematian pemimpin Cártel Jalisco Nueva Generación meluas ke sejumlah negara bagian di Meksiko.
Dukungan Intelijen AS
Gedung Putih menyebut Amerika Serikat memberikan dukungan intelijen dalam operasi tersebut. Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya telah menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris dan menuduhnya terlibat dalam perdagangan kokain, heroin, metamfetamin, serta fentanil ke wilayah AS.
Pemerintah AS bahkan menawarkan hadiah hingga US$15 juta bagi informasi yang mengarah pada penangkapan “El Mencho”.
Profil “El Mencho”
“El Mencho” lahir di wilayah Tierra Caliente, Michoacán. Ia sempat bermigrasi ke Amerika Serikat pada 1980-an dan pernah dideportasi sebelum kembali ke Meksiko. Setelah sempat bergabung dengan kepolisian lokal, ia terlibat dalam jaringan kartel dan kemudian mendirikan CJNG setelah pecah dari kelompok sebelumnya pada 2010.
Namanya masuk daftar buronan utama Badan Antinarkotika Amerika Serikat (DEA) sejak 2020. Ia didakwa atas berbagai kasus, termasuk konspirasi distribusi narkotika dan penggunaan senjata api dalam kejahatan narkotika.
Kematian “El Mencho” disebut sebagai salah satu pukulan terbesar terhadap jaringan narkotika internasional sejak penangkapan pendiri Kartel Sinaloa, Joaquín Guzmán alias “El Chapo”.
Meski demikian, para analis memperingatkan potensi eskalasi kekerasan dalam beberapa hari ke depan sebagai respons dari faksi-faksi dalam CJNG.(red)
Sumber : BBC News Mundo
Editor : Pahotan M Hutagalung












