Kupang, NusantaraTop.co — Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa melakukan kunjungan kerja dan monitoring pelaksanaan program prioritas nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan ini bertujuan memastikan keterpaduan kebijakan lintas sektor guna memperkuat ketahanan sosial dan ketahanan pangan di wilayah strategis Indonesia Timur.
Empat Lokasi Monitoring
Tim Kemenko Polkam meninjau empat lokasi pelaksanaan program prioritas nasional, yakni:
-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Kupang Timur.
-
Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang.
-
Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Penfui Timur.
-
Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Alak, Kota Kupang.
Kunjungan ini menegaskan fungsi Kemenko Polkam sebagai otoritas koordinatif dalam mengawal implementasi program pemerintah pusat agar tepat sasaran, efektif, dan terintegrasi dengan seluruh pemangku kepentingan — termasuk pemerintah daerah, TNI, lembaga pendidikan, dan pelaku ekonomi lokal.
“Kemenko Polkam hadir untuk menyinkronkan kebijakan lintas sektor agar program prioritas pusat memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan nasional, khususnya di wilayah strategis seperti NTT,”
ujar Marsma TNI Bayu Hendra Permana, Asdep Koordinasi Intelijen Pertahanan dan Kewaspadaan Nasional, saat peninjauan di Kupang, Kamis (30/10/2025).
Program Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Kehadiran Siswa
Tim meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Kupang Timur yang disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang dan dikonsultasikan dengan ahli gizi.
Program ini terbukti meningkatkan kehadiran dan motivasi belajar siswa, terutama dari wilayah terpencil.
Sekolah juga menerapkan protokol pengecekan kualitas makanan yang ketat, dan hingga saat ini belum ditemukan kasus keracunan makanan.
SRMP 19 Kupang: Akses Pendidikan untuk Anak Daerah
Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi satu-satunya sekolah rakyat berasrama di provinsi ini, menampung anak-anak dari Kabupaten Kupang.
Pihak sekolah melaporkan kebutuhan tambahan tenaga pendidik terutama di bidang seni budaya dan olahraga.
Rencana pengembangan jenjang SMA pada 2026 juga menjadi perhatian Kemenko Polkam agar kesinambungan pendidikan tetap terjamin.
Koperasi Desa dan Sentra Gizi Butuh Dukungan
Koperasi Desa Merah Putih Penfui Timur, yang berdiri April 2025, berfungsi sebagai pusat distribusi bahan pokok dan usaha ekonomi lokal dengan anggota mencapai ribuan orang.
Meski telah menjalin kemitraan dengan BUMN dan distributor, pengurus menyampaikan perlunya dukungan regulasi, lahan, dan akses pembiayaan dari pemerintah pusat dan daerah.
Sementara itu, Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Alak melayani ribuan penerima manfaat dari sekolah dan puskesmas. Namun, tantangan utama yang dihadapi ialah keterbatasan tenaga operasional dan pasokan bahan baku akibat kompetisi suplai di wilayah setempat.
Hasil dan Rekomendasi
Dari hasil kunjungan tersebut, Kemenko Polkam merekomendasikan beberapa langkah prioritas:
-
Memperkuat koordinasi lintas sektor pusat dan daerah untuk mempercepat dukungan regulasi, anggaran, dan fasilitas bagi koperasi serta lembaga pendidikan rakyat.
-
Mengoptimalkan rantai pasokan bahan pokok melalui sinergi dengan distributor dan BUMN agar program MBG dan SPPG berjalan berkelanjutan.
-
Menambah tenaga pendidik dan operasional sesuai kebutuhan SRMP dan SPPG untuk memperkuat SDM lokal.
“Pentingnya pengawalan integrasi program prioritas nasional adalah agar berdampak nyata terhadap ketahanan sosial dan kesiapsiagaan daerah menghadapi dinamika kawasan,”
tambah Marsma Bayu.
Komitmen Kemenko Polkam
Kemenko Polkam menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan menyinkronkan pelaksanaan program prioritas nasional di daerah, serta memperkuat kerja sama lintas instansi agar kebijakan pusat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan ketahanan sosial dan ketahanan pangan di wilayah strategis seperti NTT,”
tutup Bayu Hendra Permana.












