Serdang Bedagai, NusantaraTop.co – Warga Dusun I, Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di dalam batang pohon aren mati yang tumbang akibat angin puting beliung. Penemuan ini terjadi pada Senin (9/9/2025) dan kini tengah diselidiki secara intensif oleh pihak kepolisian.
Kerangka tersebut pertama kali ditemukan Rian Barus, seorang warga setempat, saat hendak mengambil buah sawit. Ia melihat tulang mencurigakan di dalam batang pohon aren yang sudah mati selama empat tahun. Setelah membuka bagian retakan, ternyata terdapat kerangka manusia utuh. Temuan itu langsung dilaporkan ke kepala dusun dan kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian.

Barang-Barang yang Ditemukan
Tim Polsek Firdaus bersama Tim Inafis Polres Serdang Bedagai segera turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi. Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di dekat kerangka, antara lain:
- baju biru bertuliskan “Just Run”
- celana panjang hitam
- gelang aluminium
- mancis
- handphone Nokia warna hitam
Dugaan Identitas Korban

Polisi menduga kerangka tersebut milik Muhammad Yuda Prawira, seorang pemuda yang dilaporkan hilang sejak Agustus 2023. Dugaan ini diperkuat oleh kesaksian keluarga yang mengenali celana panjang hitam serta barang-barang lain yang diyakini milik Yuda.
Namun, kakak korban, Cut Meutia Sari, masih berharap kerangka itu bukan adiknya. Ia sempat memeriksa SIM card dari handphone yang ditemukan, namun tidak terdeteksi. “Saya merasa dejavu melihat barang-barang itu, tapi tetap berdoa semoga Yuda masih hidup dan sehat,” ujarnya.
Seorang warga bernama Fitri juga mengaku pernah bertemu Yuda pada Maret 2024, beberapa bulan setelah dinyatakan hilang. Kesaksian ini membuat keluarga tetap menyimpan harapan.
Polisi Tunggu Hasil Autopsi dan Tes DNA
Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai, Iptu Binrod Situngkir, menyebut pihaknya telah memeriksa delapan orang saksi, termasuk Rian Barus dan keluarga Yuda. Sementara itu, Ps Kasi Humas Polres Sergai, Iptu LB Manullang, mengatakan hasil autopsi dan tes DNA dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri belum keluar.
“Belum keluar hasil tes DNA-nya, autopsi tulang belulangnya juga belum keluar dari forensik,” ujar Manullang, Rabu (24/9/2025).
Proses forensik diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama mengingat kondisi kerangka yang sudah berupa tulang belulang. Selain itu, tim Labfor Polda Sumut juga telah membawa batang pohon aren ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut.
Misteri yang Masih Terkunci
Polisi masih menyelidiki bagaimana kerangka manusia bisa berada di dalam batang pohon tersebut dan apakah ada unsur tindak pidana di balik kasus ini. Hingga kini, identitas pasti serta penyebab kematian korban masih menjadi misteri yang menyita perhatian warga Desa Pematang Ganjang.
Keluarga korban dan masyarakat setempat terus menunggu hasil tes DNA dan perkembangan penyelidikan yang dilakukan Polres Serdang Bedagai (red)












