Medan, NusantaraTop.co – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Solidaritas Mahasiswa (GASMA) Sumatera Utara menggelar aksi damai di hadapan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumut, Kamis (25/9/2025), sekitar pukul 16.00 Wib. Aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan dan desakan agar aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Labuhanbatu, Jaya Pohan.
Koordinator aksi, Dedi Siregar, dalam orasinya menegaskan bahwa pihaknya mengecam keras segala bentuk praktik pungli yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat daerah. Ia meminta agar Kejaksaan Tinggi Sumut bersama Kapolda Sumut segera mengambil langkah hukum yang tegas.
“Kami tidak ingin praktik seperti ini terus merugikan masyarakat. Aparat hukum harus serius memeriksa dan menindak pihak-pihak yang terlibat, termasuk Kadis PMD Labuhanbatu,” ujar Dedi.
Sementara itu, Andika Dalimunthe selaku koordinator lapangan menambahkan, aksi ini juga mendesak Kapolda Sumut melakukan evaluasi terhadap kinerja Polres Labuhanbatu. Menurutnya, kepolisian harus lebih proaktif dalam menindak dugaan pungli yang merugikan masyarakat desa.


“Kami juga mendorong agar Bupati Labuhanbatu segera mengambil sikap dengan memberhentikan sementara Kadis PMD apabila terbukti terlibat,” tegas Andika.
Dalam aksinya, massa GASMA Sumut membawa spanduk, toa, dan sejumlah poster berisi tuntutan. Mereka menekankan delapan poin desakan, di antaranya meminta Kajati dan Kapolda Sumut menuntaskan dugaan pungli, memeriksa Kadis PMD, hingga menindak tegas aparatur penegak hukum yang terlibat.
Aksi damai ini berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Para mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus dugaan pungli tersebut demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Sumatera Utara. (red)
Laporan: Jonathan Panggabean
Editor : Pahotan M Hutagalung












