News

May Day 2026 di Langkat Berlangsung Damai, Buruh dan Mahasiswa Sampaikan 4 Tuntutan ke Pemkab

×

May Day 2026 di Langkat Berlangsung Damai, Buruh dan Mahasiswa Sampaikan 4 Tuntutan ke Pemkab

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Bupati Syah Afandin saat menemui dan berdialog langsung dengan massa buruh dalam aksi peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Langkat. (NusantaraTop.co)

Langkat, NusantaraTop.co – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Langkat berlangsung damai dan kondusif, Jumat (1/5/2026). Ratusan buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI, HIMMAH, serta Forum Diskusi Perkebunan Indonesia (FORDISBUNI) menggelar aksi di depan Kantor Bupati Langkat sejak pukul 09.00 WIB.

Dalam aksi tersebut, massa tampil mengenakan kostum “Marsinah” sebagai simbol perlawanan dan perjuangan buruh Indonesia. Secara tertib, mereka menyampaikan orasi terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan di daerah tersebut.

Bupati dan Kapolres Turun Langsung

Di tengah aksi, Bupati Langkat Syah Afandin bersama Kapolres Langkat David Triyo Prasojo turun langsung menemui massa. Kehadiran keduanya disambut hangat oleh peserta aksi.

Turut mendampingi, anggota DPRD Langkat Juriah dari Fraksi PDIP dan Sunarman dari Fraksi Gerindra.

Bupati Syah Afandin kemudian mengajak massa untuk duduk bersama dan membuka ruang dialog langsung di lokasi aksi.

“Terima kasih telah menyampaikan aspirasi dengan tertib. Ini cara yang benar,” ujarnya di hadapan massa.

Baca Juga : Sejarah Panjang Hari Buruh 1 Mei: Dari Chicago hingga Indonesia

Empat Tuntutan Buruh

Koordinator aksi, Bayu, menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah daerah, yakni:

  1. Pembentukan Satgas Khusus Ketenagakerjaan di Langkat
  2. Penghapusan sistem outsourcing
  3. Pengesahan UU Ketenagakerjaan sesuai Putusan MK Nomor 68 Tahun 2023
  4. Penghentian intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis buruh dan pejuang HAM

“Kami datang dengan damai. Ini momentum memperjuangkan hak kesejahteraan buruh,” tegas Bayu.

Komitmen Pemkab Langkat

Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Syah Afandin menyatakan bahwa pihaknya tengah merumuskan pembentukan Satgas Khusus Ketenagakerjaan.

“Ini penting demi kesejahteraan buruh. Tidak bisa ditunda,” katanya.

Ia juga berkomitmen untuk meneruskan seluruh aspirasi buruh ke pemerintah pusat.

“Saya akan kawal langsung ke pusat. Saya yakin di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, kebijakan akan lebih berpihak pada buruh,” ujarnya.

Selain itu, Bupati menjamin perlindungan bagi peserta aksi dari potensi intimidasi pihak perusahaan.

“Kalau ada perusahaan yang mengintimidasi karena aksi ini, laporkan ke saya. Akan saya tindak,” tegasnya.

Apresiasi dari FORDISBUNI

Ketua FORDISBUNI Langkat, Nabhani, menyebut aksi May Day kali ini sebagai langkah awal perjuangan buruh. Ia juga mengapresiasi sikap terbuka Bupati dan Kapolres.

“Kami yakin persoalan perburuhan akan menjadi prioritas. Ke depan, kita akan duduk bersama untuk merumuskan langkah teknis,” ujarnya.

Aksi berakhir dengan damai pada pukul 12.30 WIB. Momentum ini menunjukkan bahwa dialog terbuka antara buruh dan pemerintah daerah dapat terjalin tanpa tindakan represif, sekaligus menjadi langkah awal menuju perbaikan kesejahteraan pekerja di daerah.

Laporan: Jonathan Panggabean
Editor: Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights