Medan, NusantaraTop.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memulai pembangunan Gedung Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara, yang ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara di Medan, Jumat (7/11/2025).
Dalam sambutannya, Mirza menegaskan bahwa pembangunan ini bukan hanya menambah infrastruktur, tetapi menjadi representasi komitmen OJK untuk menghadirkan layanan yang lebih dekat, responsif, dan inklusif bagi masyarakat.
“Pembangunan gedung ini bukan sekadar penambahan infrastruktur, tetapi meneguhkan komitmen OJK untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami memaknainya sebagai pusat koordinasi, ruang kolaborasi lintas lembaga, dan wujud nyata penguatan peran OJK dalam mendukung ekosistem jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” ungkap Mirza Adityaswara.
Penguatan Peran OJK di Daerah
Gedung baru ini dibangun untuk mendukung tugas OJK di daerah, terutama setelah terbitnya UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang memperluas mandat OJK dalam pengawasan, pelindungan konsumen, dan pengembangan sektor jasa keuangan.
Gedung Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara menjadi gedung ke-7 yang dibangun OJK setelah Solo, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat.
Bangunan tersebut dirancang dengan prinsip governance, sustainability, dan efisiensi, mengusung konsep green building yang hemat energi dan ramah lingkungan, sejalan dengan agenda Environmental, Social, and Governance (ESG) pemerintah.
Selain memperkuat dukungan terhadap stabilitas sektor keuangan, gedung ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat.
OJK juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Medan, DPRD Medan, Bank Indonesia, LPS, TNI/Polri, Kejaksaan, pelaku industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan yang mendukung pembangunan gedung ini.
“Kami berharap sinergi, komunikasi, dan kolaborasi yang baik terus terjaga guna menciptakan lingkungan usaha yang kondusif, inovatif, dan produktif di Sumatera Utara,” ujar Mirza.
Turut hadir Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama unsur Forkopimda Kota Medan.
Wali Kota Medan Apresiasi Langkah Strategis OJK
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan dukungan penuh atas pembangunan Kantor OJK yang baru.
“Kehadiran Kantor OJK yang representatif sangat dinantikan. Kami berharap gedung ini menjadi pusat koordinasi, edukasi, dan sinergi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta memperluas literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Utara,” ujar Rico.
Kinerja Sektor Keuangan Sumut: Kontributor Terbesar di Pulau Sumatera
Sumatera Utara merupakan kontributor terbesar PDRB Pulau Sumatera dengan kontribusi 23,6 persen dan pertumbuhan ekonomi 4,55 persen pada Triwulan III 2025.
Hingga September 2025, sektor jasa keuangan di Sumut mencatat:
- 107 entitas perbankan
- 196 entitas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB)
- 96 entitas pasar modal
Total penyaluran kredit perbankan mencapai Rp312 triliun, tumbuh 13,6 persen (yoy) dengan NPL 1,89 persen.
Penyaluran kredit berdasarkan segmen:
- Korporasi: Rp138,5 triliun (44,37%)
- Konsumsi: Rp92,4 triliun (29,62%)
- UMKM: Rp81,2 triliun (26,02%)
Sektor usaha terbesar penerima kredit meliputi:
- Pengolahan: 25,17%
- Pertanian: 17,41%
- Perdagangan besar: 15,33%
Kota Medan sendiri menyumbang hampir 50 persen total kredit perbankan Sumut, atau sekitar Rp150 triliun, disalurkan melalui 57 bank umum dan 16 BPR/BPRS.
Selain itu, terdapat 2 entitas dana pensiun, 27 perusahaan pergadaian, dan 50 entitas PVML yang memperkuat ekosistem keuangan di wilayah Kota Medan.(red)
Sumber : Situs Resmi OJK
Editor : Pahotan M Hutagalung












