Bogor, NusantaraTop.co – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berinisial OAP atau Olfit Ariani Purba (37) diduga melakukan penganiayaan terhadap asisten rumah tangganya (ART) bernama Fitriani Hutagalung. Pilunya, ART Fitri yang menjadi korban dugaan penganiayaan ini merupakan seorang anak yatim piatu.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di kediaman terduga pelaku di Perumahan Villa Nusa Indah 3, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Korban telah membuat laporan pengaduan ke Polres Bogor atas dugaan kekerasan yang dialaminya pada 22 Januari 2026.
Olfit diketahui bekerja di lingkungan BPK sebagai auditor pada Auditorat Utama Keuangan Negara.
Korban Alami Sejumlah Luka
Berdasarkan keterangan korban, dugaan kekerasan yang dialaminya berupa pukulan, cubitan hingga tendangan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.
Korban menyebut telinganya sempat dipukul hingga berubah bentuk. Selain itu, punggungnya diduga dipukul menggunakan peralatan dapur berbahan logam. Luka juga disebut terdapat pada bagian tangan, perut, hingga kepala.
“Kalau untuk luka yang kemarin sudah divisum itu ada di bagian kepala, ada di bagian telinga, tangan dan juga punggung korban,” ujar AKP Silfi Adi Putri.
Baca Juga : Kasus Kekerasan ART di Bogor Jadi Perhatian, Tersangka Sudah Ditetapkan
Polisi Benarkan Laporan
Kasatres PPA dan PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.
Menurutnya, berdasarkan keterangan awal korban, insiden dipicu persoalan di dapur saat memasak. Korban disebut tidak sengaja mematikan kompor sehingga memicu kemarahan terduga pelaku.
“Pelaku ini sedang memasak di dapur lalu tidak sengaja kompornya dimatikan oleh korban dan mengakibatkan pelaku marah sehingga melakukan kekerasan terhadap korban. Itu berdasarkan keterangan korban,” jelasnya.
Pihak kepolisian menyatakan kasus tersebut saat ini dalam penanganan dan proses penyelidikan masih berlangsung.
Dugaan Kekerasan Berulang
Korban mengaku telah bekerja selama kurang lebih dua tahun di rumah terduga pelaku. Namun dugaan kekerasan disebut mulai intens terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Kanitres PPA dan PPO Polres Bogor menyampaikan bahwa dugaan penganiayaan tersebut bukan hanya terjadi satu kali. Berdasarkan keterangan korban, tindakan kekerasan diduga telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan terakhir.
Keterangan Tetangga
Sejumlah tetangga menyebut terduga pelaku dikenal memiliki sikap temperamental. Bahkan beredar informasi adanya dugaan korban lain sebelumnya. Namun informasi tersebut masih sebatas keterangan warga dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.
Redaksi NusantaraTop.co mengedepankan asas praduga tak bersalah. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor. (Redaksi NusantaraTop.co)












