Jakarta, NusantaraTop.co – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengumumkan penghentian kebijakan wajib vaksin flu tahunan bagi seluruh personel militer AS.
Melalui pernyataannya, Hegseth menegaskan bahwa kebijakan tersebut resmi dihapus dan berlaku segera. Ia menyebut langkah ini sebagai upaya mengembalikan kebebasan bagi prajurit dalam menentukan keputusan medis mereka.
“Kami menghapus kewajiban vaksin flu, efektif segera. Personel militer kini bebas menentukan apakah vaksin tersebut sesuai dengan kepentingan mereka,” ujar Hegseth dalam unggahan di platform X.
Menurutnya, kebijakan baru ini merupakan bagian dari perubahan pendekatan terhadap aturan kesehatan militer yang sebelumnya dinilai terlalu ketat, khususnya pada masa pemerintahan Joe Biden.


Hegseth juga menekankan bahwa keputusan ini didasarkan pada prinsip kebebasan pribadi, keyakinan, serta kesiapan militer. Ia menilai kebijakan wajib vaksin flu sebelumnya terlalu luas dan tidak selalu relevan dalam semua kondisi.
“Gagasan bahwa vaksin flu harus diwajibkan untuk semua personel dalam setiap situasi adalah kebijakan yang berlebihan dan tidak rasional,” tegasnya.
Sebelumnya, Pentagon memang telah mulai melonggarkan aturan tersebut secara bertahap. Dalam memo internal yang ditandatangani Wakil Menteri Pertahanan Steve Feinberg pada Mei 2025, disebutkan bahwa personel cadangan hanya diwajibkan menerima vaksin flu jika bertugas aktif selama 30 hari atau lebih.
Namun, kebijakan terbaru ini melangkah lebih jauh dengan menghapus kewajiban vaksin flu secara menyeluruh.

Selama bertahun-tahun, Pentagon mewajibkan vaksinasi flu tahunan guna menjaga kesiapan tempur, terutama karena risiko penyebaran penyakit di lingkungan militer yang padat.
Langkah ini juga disebut sejalan dengan kebijakan pemerintahan Donald Trump yang tengah meninjau ulang berbagai kebijakan vaksin di lingkungan militer, termasuk setelah polemik vaksin COVID-19.
Hegseth bahkan mengaitkan kebijakan ini dengan kontroversi sebelumnya, seraya menegaskan bahwa era pemaksaan kebijakan kesehatan terhadap personel militer telah berakhir.
“Tubuh Anda, keyakinan Anda, dan prinsip Anda tidak bisa ditawar. Ini soal akal sehat,” pungkasnya.
Sumber: New York Post
Editor: Pahotan M Hutagalung












