Washington DC, NusantaraTop.co – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Inaugural Meeting of Board of Peace yang digelar di Gedung Putih, Washington DC, Kamis (19/2/2026). Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyatakan dukungan penuh Indonesia terhadap visi perdamaian yang diusung forum internasional tersebut.
Board of Peace atau Dewan Perdamaian merupakan forum internasional yang didirikan dan diketuai oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pertemuan perdana ini dilaporkan mengundang sedikitnya 50 negara, dengan 35 pemimpin menunjukkan minat bergabung dan 26 negara dipastikan menjadi anggota, termasuk Indonesia.
Dukung Penuh Rencana Perdamaian
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sejak awal telah mempelajari dan menyetujui rencana 20 poin yang diajukan Presiden Trump.
“Indonesia, sejak hari pertama mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, kami sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana tersebut. Karena itu kami bergabung dalam Board of Peace dan berkomitmen untuk kesuksesannya,” ujar Prabowo.
Ia mengakui akan ada berbagai tantangan dan hambatan dalam mewujudkan perdamaian, namun tetap optimistis di bawah kepemimpinan Presiden Trump, visi perdamaian nyata dapat tercapai.
Prabowo juga menegaskan harapan Indonesia terhadap terwujudnya solusi damai yang berkelanjutan bagi Palestina dan Gaza.
“Kita akan menghadapi masalah, tetapi kita akan menang. Kita akan mencapai impian perdamaian di Palestina, solusi yang damai dan berkelanjutan bagi persoalan Palestina dan Gaza,” tegasnya.
Siap Kirim Hingga 80.000 Pasukan
Presiden Prabowo turut menegaskan komitmen konkret Indonesia dalam mendukung stabilisasi kawasan konflik. Indonesia menyatakan kesiapan untuk berkontribusi signifikan dalam pasukan stabilisasi internasional.
Ia menyebut Indonesia siap mengirim hingga 80.000 personel, bahkan lebih dari 8.000 tambahan jika diperlukan, untuk terlibat aktif dalam International Stabilization Force guna memastikan implementasi perdamaian berjalan efektif.
Langkah tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendukung perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi.
Fokus Rekonstruksi Gaza
Dilansir Al Jazeera, fokus utama pertemuan Board of Peace adalah rencana rekonstruksi Gaza pascakonflik. Amerika Serikat diperkirakan akan mengumumkan komitmen pendanaan sebesar 5 miliar dolar AS dari negara-negara anggota untuk mendukung bantuan kemanusiaan dan pembangunan kembali wilayah tersebut.
Sejumlah negara Asia dan Timur Tengah menyatakan minat untuk bergabung, sementara beberapa negara Eropa memilih bersikap lebih hati-hati.
Prabowo Tiba Sejak 17 Februari
Media internasional melaporkan Presiden Prabowo telah berada di Washington sejak Selasa (17/2/2026). Selain menghadiri KTT Board of Peace, Presiden juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump.
Melansir Kompas.com, salah satu agenda penting adalah penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade) yang telah dinegosiasikan sejak 2025.
Deretan Negara yang Hadir
Dari Asia Tenggara, selain Indonesia, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam dilaporkan turut hadir. Dari Asia Tengah, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev dijadwalkan berpartisipasi.
Dari Asia Selatan, Pakistan mengirimkan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, sementara India masih meninjau undangan.
Di kawasan Timur Tengah, Israel yang resmi bergabung pada 11 Februari 2026 mengirim Menteri Luar Negeri Gideon Saar. Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Mesir, Arab Saudi, Turki, Yordania, Qatar, serta Kuwait juga menyatakan partisipasi.
Analis Timur Tengah Tahani Mustafa menilai partisipasi negara-negara kawasan tersebut mencerminkan pendekatan pragmatis, yakni memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat sekaligus menjaga stabilitas politik regional.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ini menandai langkah aktif Indonesia dalam diplomasi global serta mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian dunia. (Red)
Sumber : BPMI Setpres
Editor : Pahotan M Hutagalung












