Seoul, NusantaraTop.co – Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, secara resmi meluncurkan generasi terbaru ponsel lipat mereka, Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7, pada Rabu (9/7/2025), dalam acara peluncuran global di New York. Kehadiran duo ponsel lipat baru ini menjadi bagian dari strategi agresif Samsung untuk mempertahankan dominasinya di pasar premium, sekaligus menghadapi tekanan dari Apple, Huawei, dan Honor.
Ponsel lipat terbaru ini hadir dengan desain lebih tipis dan lebih ringan, mengatasi salah satu keluhan terbesar konsumen selama ini terhadap ponsel foldable. Galaxy Z Fold 7 kini 10% lebih ringan dan 26% lebih tipis dari generasi sebelumnya.
“Saya percaya ponsel lipat dengan integrasi fitur AI siap menjadi arus utama. Kami ingin menawarkan pengalaman yang unik dan berbeda,” ujar Choi Won-joon, Presiden Mobile Samsung, dalam wawancara eksklusif pertamanya sejak menjabat Maret lalu.
Kecerdasan Buatan Jadi Senjata Baru
Samsung kini membidik posisi sebagai pemimpin di sektor AI smartphone, yang terus berkembang pesat. Berbeda dari Apple yang masih mengandalkan teknologi AI internal, Samsung justru bermitra erat dengan Google untuk integrasi AI melalui Gemini, asisten suara berbasis AI yang kini hadir di lini smartwatch terbaru Samsung.
Dengan Gemini, pengguna bisa mendapatkan rekomendasi lokasi jogging terbaik, informasi cuaca, hingga jadwal aktivitas, semua melalui perintah suara.
Harga Premium, Tapi Ada Alternatif Terjangkau
Samsung melanjutkan strategi premiumnya dengan menaikkan harga Galaxy Z Fold 7 menjadi USD 1.999 (naik 5% dari generasi sebelumnya). Namun, Samsung juga meluncurkan opsi yang lebih terjangkau melalui Galaxy Z Flip 7 FE dengan harga USD 899, menyasar pasar yang lebih luas.
- Z Fold 7 ditenagai prosesor super cepat Snapdragon 8 Elite dari Qualcomm
- Z Flip 7 menggunakan chipset Exynos buatan Samsung sendiri
Pasar Lipat: Niche Tapi Bernilai
Meski masih dianggap sebagai segmen khusus (niche), ponsel lipat menyumbang 16% dari total penjualan Samsung di atas USD 800, meski secara keseluruhan hanya mewakili 4% dari volume penjualan.
Lembaga riset IDC mencatat bahwa ponsel lipat hanya mencakup 1,5% dari pasar smartphone global, dan diprediksi tidak akan tumbuh signifikan dalam waktu dekat. Bahkan, menurut Canalys, penjualan ponsel lipat Samsung yang sempat mencapai puncak pada 2022 diperkirakan akan stagnan atau menurun pada 2025.
Sementara itu, dominasi Samsung mulai digerus oleh Huawei dan Honor, khususnya di pasar Tiongkok yang tumbuh pesat.
Persiapan Inovasi Lipat Tiga
Dalam konferensi pers pasca peluncuran, Presiden Divisi Perangkat Samsung, TM Roh, mengungkap bahwa Samsung tengah menyiapkan ponsel lipat tiga (tri-fold) yang bisa dilipat tiga arah dan direncanakan akan diluncurkan akhir tahun ini.
Strategi Global dan Ketahanan Pasokan
Untuk mengatasi potensi hambatan akibat tarif AS, Samsung telah mempercepat produksi dan pengiriman ke pasar Amerika. Perusahaan ini memproduksi sebagian besar smartphone-nya di Vietnam, serta memiliki fasilitas di Korea Selatan dan India.
Menanggapi pembatasan ekspor logam tanah jarang dari Tiongkok, Samsung juga telah mendiversifikasi sumber pasokan dan meningkatkan cadangan internal untuk menjaga stabilitas produksi.
Fakta Utama:
- Galaxy Z Fold 7: Lebih ringan, lebih tipis, dan ditenagai Snapdragon 8 Elite
- Galaxy Z Flip 7 FE: Alternatif terjangkau dengan chip Exynos
- Gemini AI Assistant hadir di smartwatch
- Tri-foldable Phone akan dirilis akhir 2025
- Fokus pasar: Amerika Serikat, Eropa, dan Korea Selatan












