Jakarta, NusantaraTop.co – Sejak mendirikan SBY Art Community pada awal Januari 2025, Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) semakin menunjukkan eksistensinya di dunia seni rupa. Karya-karya lukisannya kian mendapat perhatian dan tampil dalam berbagai agenda pameran seni bergengsi di Tanah Air.
Lukisan SBY tercatat pernah dipamerkan dalam ajang Panen Raya di Art1 New Museum, tampil di Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) 2025, hingga karya terbarunya berjudul God’s Day yang laku terjual dengan nilai Rp311 juta. Seluruh hasil penjualan lukisan tersebut disumbangkan untuk membantu korban bencana di Aceh dan Sumatera.
Kini, SBY bukan sekadar figur publik yang melukis, tetapi mulai diakui dalam skena seni rupa nasional. Lukisan-lukisannya yang mengusung gaya realis dan ekspresionis memiliki karakter kuat dan ciri khas tersendiri dalam setiap goresan di atas kanvas.
Menanggapi anggapan sebagian pihak yang menyebutnya sebagai “pendatang baru” di dunia seni, SBY justru menyebut dirinya sebagai “return of the lost artist.”
“Saya boleh dikatakan sebagai kembalinya si seniman yang hilang. Kembali ke rumahnya sendiri. Tolong saya diterima oleh Dewan Kesenian Jakarta dan teman-teman. Saya bagian dari seni yang tercinta ini,” ujar SBY saat menyampaikan Pidato Kebudayaan dalam Pameran Seni Rupa dan Lelang Lukisan untuk Bencana Aceh–Sumatera di Taman Ismail Marzuki (TIM), Selasa (23/12/2025) malam.
Menurut SBY, seni memiliki peran penting dalam membangun peradaban bangsa. Ia menilai sebuah bangsa akan semakin besar apabila seniman dan budayawannya terus berkarya dan mendapat ruang di negerinya sendiri.
“Kesenian itu membuat semua orang bahagia, menimbulkan kedamaian, keteduhan, kasih sayang, dan saling menghormati. Mari kita berkarya dan peduli kepada Indonesia agar semakin damai,” katanya.
SBY juga mengajak para seniman dan budayawan untuk lebih empati terhadap kondisi bangsa, khususnya pascabencana yang melanda Aceh dan Sumatera.
“Mari kita hidupkan seni budaya di negeri ini. Siapapun bisa menyumbang kebaikan sekecil apa pun. Pahalanya luar biasa. Mari kita memilih menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.
Presiden RI ke-6 itu pun membuka ruang dialog lanjutan dengan para seniman Tanah Air. Ia mengundang mereka untuk berkumpul dan berdiskusi di kediaman pribadinya di Cikeas, Jawa Barat.
“Alhamdulillah, saya sudah membangun komunitas seni dari ISI Yogyakarta, ISI Solo, dan ITB Bandung. Penyair dan sastrawan juga sudah. Ini murni budaya, seni untuk seni. Jika memungkinkan, Januari atau awal Februari kita bertemu lagi di Cikeas,” pungkas SBY. (red)












