DaerahRagamSumut

Sekretariat Gerakan Oikoumenis Serukan Aksi Damai 10 November, Desak Pemerintah Tutup PT Toba Pulp Lestari

×

Sekretariat Gerakan Oikoumenis Serukan Aksi Damai 10 November, Desak Pemerintah Tutup PT Toba Pulp Lestari

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Kolase foto memperlihatkan perwakilan Sekretariat Gerakan Oikoumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara yang menyerukan aksi damai menolak PT Toba Pulp Lestari (atas), dan Kantor Gubernur Sumatera Utara di Medan yang akan menjadi lokasi aksi pada 10 November 2025 (NusantaraTop.co)

Medan, NusantaraTop.co – Sekretariat Bersama Gerakan Oikoumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara menyatakan sikap tegas akan melakukan aksi damai ke kantor Gubernur Sumatera Utara pada Senin, 10 November 2025, menuntut pemerintah segera menutup operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang dinilai telah merusak lingkungan dan merampas ruang hidup masyarakat lokal.

Pernyataan itu disampaikan melalui tayangan video yang diterima redaksi NusantaraTop.co, Rabu (29/10/2025). Dalam video tersebut, perwakilan Gerakan Oikoumenis menyerukan kepedulian terhadap bumi dan alam ciptaan Tuhan yang kini disebut “terluka” akibat keserakahan perusahaan-perusahaan besar.

“Bapak Ibu, saudara-saudara terkasih, bumi ini adalah rumah kita bersama. Bumi ini hanya satu, tidak ada duanya. Maka tugas kita adalah merawat dan melestarikan alam demi kehidupan generasi sekarang dan yang akan datang,” ujar salah satu tokoh dalam video tersebut.

Gerakan Oikoumenis menilai kehadiran PT Toba Pulp Lestari (TPL) menjadi salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan di kawasan hutan Sumatera Utara. Mereka menuding perusahaan telah menebangi hutan alam secara masif dan membuat banyak komunitas masyarakat kehilangan ruang hidupnya.

“Kami menolak TPL. Kami mohon kepada pemerintah agar mengusahakan kelestarian alam dan keadilan bagi masyarakat yang tertindas oleh perusahaan yang serakah,” tegas pernyataan itu.

Gerakan ini mengajak seluruh masyarakat dari berbagai lapisan dan latar belakang untuk ikut bergabung dalam aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, 10 November mendatang.

“Ingat, 10 November 2025, kita semua bersama ke kantor Gubernur Sumatera Utara. Kita mau mendesak pemerintah agar peduli terhadap masyarakat yang tertindas dan peduli terhadap kelestarian alam,” seru mereka.

Sekilas Tentang PT Toba Pulp Lestari

Dikutip dari Wikipedia, PT Toba Pulp Lestari Tbk (BEI: INRU) sebelumnya bernama PT Inti Indorayon Utama Tbk, merupakan perusahaan industri pulp asal Indonesia yang berdiri pada tahun 1983 di Provinsi Sumatera Utara. Perusahaan ini dimiliki oleh pengusaha Sukanto Tanoto dan berlokasi di Desa Pangombusan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba.

Sejak awal berdiri, PT TPL dikenal sebagai perusahaan yang menuai kontroversi. Masyarakat lokal menuduh perusahaan melakukan perampasan lahan adat, pencemaran lingkungan, dan deforestasi besar-besaran. Konflik berkepanjangan antara warga dengan perusahaan telah berlangsung sejak masih bernama Indorayon di era 1980-an hingga kini.

Pada tahun 1999, pabrik sempat ditutup oleh Presiden B.J. Habibie karena tekanan publik dan temuan pencemaran lingkungan. Namun, pada tahun 2003, perusahaan kembali beroperasi dengan nama baru, PT Toba Pulp Lestari, setelah mengklaim telah menerapkan sistem yang lebih ramah lingkungan.

Meski demikian, hingga kini konflik sosial dan lingkungan antara PT TPL dengan masyarakat adat di kawasan Tapanuli, Humbang Hasundutan, dan Dairi masih terus berlangsung. Banyak kalangan menilai operasi perusahaan tersebut lebih banyak merugikan masyarakat daripada memberi manfaat ekonomi yang signifikan.(red)

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights