Padang, NusantaraTop.co – Minggu pagi yang seharusnya tenang berubah menjadi tragedi berdarah di Jalan Raya Padang–Indarung dekat Gerbang Masjid Darussalam, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Tabrakan beruntun yang melibatkan enam kendaraan itu merenggut empat nyawa sekaligus. Seluruh korban meninggal dunia diketahui berasal dari satu mobil Toyota Rush dan merupakan satu keluarga asal Solok.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, membenarkan jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi empat orang.
“Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. TKP-nya di tikungan dekat Gerbang Masjid Darussalam Padang Besi,” ujar Kombes Reza, Minggu siang.
Truk Diduga Hilang Kendali
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula saat truk Hino BM 9936 KU melaju dari arah Simpang SPN menuju Simpang Gadut. Truk bermuatan berat itu diduga hilang kendali hingga menghantam Toyota Rush B 2881 KYU yang berada di depannya.
Benturan keras membuat Toyota Rush terdorong dan menabrak kendaraan lain di depannya. Namun truk Hino terus melaju dan kembali menghantam Mitsubishi Pajero BA 1218 WQ hingga terpental.
Pajero yang terdorong kemudian menabrak Truk Hino BA 8497 QU. Belum berhenti, truk pemicu kecelakaan kembali menghantam Toyota Kijang Super BA 1740 JC hingga mobil tersebut ringsek dan terdorong ke taman jalan.
Akibat kejadian itu, enam kendaraan mengalami kerusakan parah. Toyota Rush dan Kijang Super menjadi kendaraan dengan kondisi paling hancur.
Empat Korban Tewas
Empat korban meninggal dunia seluruhnya merupakan penumpang Toyota Rush, yakni Arif Candra Effendi (40), Jhon Effendi (64), Efrialita (57), dan Delfawati (61).
“Dua korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” jelas Kombes Reza.
Selain korban tewas, sebanyak 10 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk beberapa anak-anak yang berada dalam rombongan Mitsubishi Pajero.
Para korban luka telah mendapat penanganan medis di Semen Padang Hospital dan sejumlah rumah sakit lainnya di Kota Padang.
Jalan Rusak dan Minim Rambu
Dirlantas Polda Sumbar juga menyoroti kondisi jalan di lokasi kejadian yang dinilai berisiko tinggi.
“Jalannya sedikit menikung, aspal rusak di beberapa titik. Tidak ada marka jalan dan rambu lalu lintas, padahal arus pagi cukup padat,” ungkap Kombes Reza.
Kondisi jalan tersebut diduga memperparah dampak kecelakaan maut yang terjadi.
Saat ini, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, serta mengurai kemacetan panjang yang sempat terjadi di lokasi.
Dugaan sementara, rem blong dan pengemudi yang tidak menguasai medan menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.
Imbauan untuk Sopir Kendaraan Berat
Kombes Reza juga mengingatkan seluruh pengemudi kendaraan berat agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum digunakan.
“Pastikan kendaraan laik jalan. Cek sistem pengereman, terutama saat melintasi jalur turunan seperti Padang Besi. Satu kelalaian bisa merenggut banyak nyawa,” tegasnya.
Ia berharap tragedi serupa tidak kembali terulang dan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan berkendara.(red/tim)












