Pekalongan, NusantaraTop.co – Video berdurasi 33 detik yang memperlihatkan siswa menemukan belatung dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sebuah sekolah kejuruan di Pekalongan viral di media sosial, Senin (4/5/2026).
Peristiwa tersebut memicu kehebohan di lingkungan sekolah sekaligus menimbulkan kekhawatiran publik terkait kualitas makanan dalam program MBG.
Video yang diunggah akun Instagram Instagram @Pekalonganinfo sekitar 20 jam sebelumnya memperlihatkan suasana kelas yang mendadak ramai. Sejumlah siswa berseragam tampak menunjukkan ompreng berisi menu MBG yang mereka terima.
Dalam rekaman itu, terlihat adanya belatung pada makanan, terutama pada lauk ayam berbumbu merah. Temuan ini disebut tidak hanya terjadi pada satu porsi, melainkan pada sebagian besar makanan yang dibagikan.
Salah satu siswa mengungkapkan awalnya ia mengira hanya satu paket makanan yang bermasalah. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, banyak siswa lain mengalami hal serupa.
Berdasarkan penelusuran Tribunjateng.com, peristiwa tersebut terjadi di SMK Baitussalam Pekalongan yang berada di bawah naungan dapur umum SPPG Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat.
Koordinator Wilayah SPPG Kota Pekalongan, R. Atmajaya, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pihaknya langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan.
“Betul, kejadian tersebut di SMK Baitussalam, Kota Pekalongan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, pihak SPPG segera berkoordinasi dengan pimpinan serta melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia makanan guna memperketat standar operasional prosedur (SOP).
“Sudah kami koordinasikan dengan pimpinan, dan dilakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Ia juga memastikan seluruh makanan yang bermasalah telah ditarik dan diganti pada hari yang sama. Pihak penyedia makanan pun telah menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf kepada pihak sekolah.
“Pihak dapur sudah meminta maaf, dan mengganti makanan yang terdampak,” tambahnya.
Atmajaya menegaskan, kejadian tersebut hanya terjadi di satu sekolah dan menjadi bahan evaluasi serius untuk meningkatkan kualitas serta keamanan makanan dalam program MBG ke depan.(red)












