Tapteng, NusantaraTop.co – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, Sumatera Utara, dalam beberapa hari terakhir membuat wilayah itu lumpuh total. Akses jalan terputus, rumah terendam, listrik padam, dan jaringan komunikasi hilang. Warga pun terisolasi tanpa informasi dan sulit meminta pertolongan.
Dalam situasi darurat itu, seorang warga Kecamatan Sukabangun, Tapteng, yang dikenal di TikTok dengan nama @Bang.Ze, nekat memanjat sebuah menara (tower) untuk mendapatkan sinyal. Dengan hanya mengenakan kaus kutang dan tubuh menggigil di ketinggian, ia melakukan siaran langsung demi menghubungi keluarga—dan juga meminta bantuan kepada pemerintah.
“Aku naik ke atas tower karena di bawah tak ada sinyal sama sekali. Mohon bantuan, Pak Bobby,” ujar Bang.Ze seraya menyebut Gubernur Sumut Bobby Nasution. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran soal logistik warga. “Bisa jadi Indomie bakal habis. Aku pribadi tadi pagi sudah kubeli 4 karton karena takut kehabisan.”
Momen dramatis itu terjadi pada Jumat (28/11/2025) jelang magrib ketika hujan deras kembali mengguyur wilayah Tapteng.
Diminta Buat Pernyataan untuk Presiden Prabowo
Dalam siaran langsung yang dipantau warganet dan NusantaraTop.co, seorang host TikTok bernama @Torussss meminta Bang.Ze untuk sekaligus membuat pernyataan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
“Buat statmen untuk Presiden Prabowo. Fokuskan kameranya,” kata Torussss dalam bahasa Batak.
Namun rekan live lainnya, @Boltok, ikut menyela penuh rasa iba: “Sudahlah itu, sudah kedinginan dia woi.”
Tetap berusaha tenang meski tubuh gemetar, Bang.Ze menyampaikan pesannya:
“Untuk Bapak Presiden Prabowo, Kabupaten Tapanuli Tengah dalam keadaan berduka. Banjir di mana-mana, longsor di mana-mana. Di Kecamatan Sukabangun ada kurang lebih 3.500 KK. Banyak yang sudah kehabisan beras.”
Ia juga menegaskan bahwa di desanya, sekitar 800 KK hanya makan mi instan karena akses logistik terputus dan warga tidak bisa memasak nasi.
“Saya manjat tower karena hanya di sini ada sinyal,” katanya sebelum mengakhiri siaran.
Bang.Ze juga berharap agar Bupati Tapteng Masinton Pasaribu memperhatikan kondisi warganya.
LAPORAN RESMI BASARNAS: 9 Meninggal, 4 Masih Hilang, Wilayah Terisolir
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan kondisi terkini bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sibolga–Tapteng. Dalam laporan tertanggal 26 November 2025 pukul 13.00 WIB tersebut, disampaikan hal-hal berikut:
Korban Sementara
-
Meninggal dunia: 9 orang
-
Dalam pencarian: 4 orang
-
Luka-luka: 3 orang
-
Pendataan masih berlangsung.
Lokasi Terdampak
Banjir: Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, Kolang
Longsor: 7 titik
Beberapa wilayah masih terendam setinggi lutut orang dewasa, sementara sejumlah jembatan putus akibat longsor.
Ribuan KK Terdampak
-
Kolang: 1.261 KK
-
Sarudik: 338 KK
-
Pandan: 150 KK
-
Lumut: 78 KK
-
Barus: 65 KK
-
Tukka: 10 KK
Korban Tewas Tertimbun Longsor (1 Keluarga)
-
Dewi Hutabarat (33)
-
Tio Arta Rouli Lumbantobing (7)
-
Vania Aurora Lumbantobing (4)
-
Ilona Lumbantobing (3)
Hambatan Serius Tim SAR
-
Listrik padam
-
Komunikasi lumpuh
-
Akses darat terputus
-
Cuaca ekstrem
-
Gelombang tinggi — tim SAR Nias belum bisa berangkat
Saat ini sebagian warga mengungsi di GOR Pandan dan SMPN 5 Parambunan, dengan jumlah terus bertambah.
Warga Minta Perhatian Pemerintah Pusat
Dengan kondisi sinyal terputus dan jalan-jalan utama terblokir, warga berharap pemerintah pusat segera menurunkan bantuan darurat, terutama logistik, tenaga medis, alat berat, hingga dukungan SAR yang lebih besar.
Seruan Bang.Ze dari atas tower kini jadi perhatian, menggambarkan betapa kritisnya situasi di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.(red)
Editor : Pahotan M Hutagalung












