DaerahSumut

Juliski Simorangkir Kritik Pemerintah: “Hari Kelima Bencana, Belum Ada Gebrakan Signifikan di Tapteng–Sibolga–Taput”

×

Juliski Simorangkir Kritik Pemerintah: “Hari Kelima Bencana, Belum Ada Gebrakan Signifikan di Tapteng–Sibolga–Taput”

Sebarkan artikel ini
Banjir dan Longsor Menyapu Pemukiman Warga Sumatera Utara (ist)

Medan, NusantaraTop.co – Tokoh politik Sumatera Utara, Ir. Juliski Simorangkir, MM, menyoroti lambatnya respon pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Sibolga, dan Tapanuli Utara (Taput). Hingga hari kelima pascakejadian, menurutnya belum terlihat langkah signifikan untuk menolong ribuan warga yang masih terisolasi.

“Pemerintah provinsi dan pusat terlalu lambat merespon bencana ini. Hari ini sudah hari kelima setelah kejadian banjir dan longsor, tapi belum ada gebrakan signifikan dari pemerintah provinsi dan pusat,” ujar Juliski kepada NusantaraTop.co di Medan, Jumat (28/11/2025).

Mantan anggota DPRD Sumatera Utara periode 2014–2019 itu menilai respon yang diberikan sejauh ini tidak sebanding dengan besarnya skala bencana. Ia menilai penanganan yang minim membuat masyarakat semakin kesulitan.

“Bencana banjir dan longsor yang begitu besar dampaknya seolah-olah dianggap biasa saja di mata pemerintah pusat. Tidak ada mobilisasi melalui udara terhadap korban banjir. Sampai saat ini ribuan masyarakat masih terisolasi. Kita tidak tahu apakah mereka ini masih bisa makan atau tidak,” tegasnya.

Baca Juga : Warga Tapteng Panjat Tower Minta Bantuan Presiden Prabowo Saat Banjir dan Longsor Putuskan Akses Internet

Jaringan Komunikasi Belum Aktif, Starlink Seharusnya Bisa Dipasang

Juliski juga menyoroti kondisi jaringan telepon dan internet yang hingga hari kelima belum pulih. Menurutnya, pemerintah seharusnya bergerak cepat dengan menghadirkan fasilitas komunikasi darurat.

“Jaringan telepon sampai hari kelima belum aktif, padahal pemerintah provinsi dan pusat bisa memasang Starlink di beberapa lokasi agar keluarga dapat berkomunikasi dengan kerabat mereka di daerah terdampak.”

Ia menyebut banyak keluarga di luar daerah yang panik karena tak bisa menghubungi sanak saudara yang terdampak banjir dan longsor. “Keluarga sangat resah. Hari kelima masih tidak bisa komunikasi. Kelihatan pemerintah sangat lambat merespon bencana ini,” lanjutnya.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Jalan Tarutung–Sibolga, Dua Bupati Tapanuli Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan

Mempertanyakan Respons Pemimpin Nasional

Pada bagian akhir, Juliski mempertanyakan alasan mengapa belum ada pernyataan atau instruksi terbuka dari Presiden RI maupun para menteri terkait musibah besar yang menimpa kawasan pantai barat Sumatera Utara tersebut.

“Dukungan atau pernyataan dari presiden dan menteri pun tidak ada kedengaran. Apakah daerah Tapanuli ini tidak berarti bagi pemerintah pusat?” ujarnya dengan nada kecewa.(red/tim)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights