HukumNasional

Sentinel Bongkar Dugaan Skandal “The Real Oplosan” Solar B40 Performance, Dirut Pertamina Patra Niaga Diminta Diperiksa

×

Sentinel Bongkar Dugaan Skandal “The Real Oplosan” Solar B40 Performance, Dirut Pertamina Patra Niaga Diminta Diperiksa

Sebarkan artikel ini
Gedung PT Pertamina Patra Niaga. Foto dok Pertamina Patra Niaga

Jakarta, NusantaraTop.co – Gelombang sorotan terhadap dugaan korupsi di tubuh PT Pertamina Patra Niaga kembali menguat. Setelah sebelumnya publik diguncang kasus tata kelola minyak mentah, kini Sentinel Studi Hukum dan Masyarakat (Sentinel) membuka dugaan skandal baru terkait produksi dan penjualan Biosolar B40 Performance.

Sentinel mendesak aparat penegak hukum untuk segera memeriksa Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, atas dugaan praktik korupsi dalam pengadaan zat aditif Solar B40 Performance yang dinilai sarat penyimpangan dan berpotensi merugikan negara serta konsumen industri.

Dalam keterangannya, Sentinel menyebut dugaan praktik tersebut sebagai “The Real Oplosan”, yakni metode pencampuran bahan bakar yang dinilai tidak sesuai standar produksi kilang.

Dugaan Penunjukan Langsung Aditif Tanpa Tender

Sentinel mengungkap indikasi kuat bahwa pengadaan zat aditif untuk Solar B40 Performance dilakukan melalui penunjukan langsung kepada perusahaan Afton Chemical tanpa proses tender yang transparan.

“Kami menemukan indikasi penambahan zat aditif dari Afton Chemical dilakukan tanpa tender. Ini jelas melanggar prinsip good corporate governance dan membuka ruang konflik kepentingan,” ujar juru bicara Sentinel dalam pernyataan resminya.

Menurut Sentinel, kebijakan tersebut diduga melibatkan peran sentral Mars Ega Legowo, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya praktik mark-up harga dan potensi kerugian keuangan negara.

Disebut Lanjutan Pola Pengadaan Bermasalah

Sentinel menilai dugaan ini bukan persoalan baru. Mereka mengaitkan temuan tersebut dengan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam persidangan sebelumnya, yang mengungkap adanya masalah dalam tender aditif di Patra Niaga, termasuk praktik pengadaan dengan nama perusahaan berbeda meski barang serupa dan harga lebih mahal.

“Ini menunjukkan persoalan aditif bukan sekadar isu teknis, tapi masalah tata kelola pengadaan yang berulang,” tegas Sentinel.

Modus “The Real Oplosan”

Yang paling disorot, Sentinel mengungkap dugaan pencampuran zat aditif dilakukan secara manual di unit pelaksana lapangan, bukan melalui proses blending terstandarisasi di kilang.

“Ini bukan bahan bakar performance seperti yang diklaim. Jika benar dilakukan manual, ini adalah oplosan skala industri,” kata Sentinel.

Selain itu, pengadaan aditif disebut tidak terpusat dan diduga dipecah di tingkat pelaksana untuk menghindari pengawasan ketat dari pusat, meski tetap berada dalam kebijakan operasional perusahaan.

Ironi Produk Premium

Dugaan skandal ini dinilai ironis, mengingat Solar B40 Performance dipasarkan sebagai produk unggulan dengan klaim meningkatkan efisiensi mesin dan performa pembakaran.

“Industri membayar harga premium untuk kualitas. Jika faktanya hanya solar yang dicampur aditif secara manual, ini berpotensi menjadi pembohongan publik,” lanjut Sentinel.

Desakan Penegakan Hukum

Sentinel menilai mustahil praktik sebesar ini berlangsung tanpa sepengetahuan pimpinan tertinggi perusahaan, mengingat posisi strategis Mars Ega Legowo sejak menjabat Direktur Pemasaran Regional hingga Direktur Utama.

“Pola ini sistematis. Kami mendesak Kejaksaan Agung dan KPK untuk segera memeriksa dan menindak tegas, tanpa tebang pilih,” tutup Sentinel.

Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap tata kelola BUMN sektor energi, sekaligus menjadi alarm keras perlunya transparansi dalam pengadaan zat kimia dan aditif bahan bakar.(red/tim)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights