Pekanbaru, NusantaraTop.co – Kehidupan Anisa Florensia Tumanggor (21) berubah drastis dalam waktu singkat. Dari sosok menantu yang hidup berkecukupan bersama keluarga suaminya di Rumbai, Pekanbaru, ia kini harus berhadapan dengan hukum sebagai otak pembunuhan terhadap mertuanya sendiri, Dumaris boru Sitio (60).
Anisa menikah dengan Arnold Meha pada 2022. Arnold diketahui merupakan anak pertama pasangan Dumaris Sitio dan Salmon Meha yang berkebutuhan khusus. Meski demikian, keluarga tersebut dikenal hidup mapan. Kehidupan itu sempat membuat Anisa tampil glamor di media sosial, dengan berbagai unggahan bergaya mewah.
Namun, perubahan mulai terjadi ketika Anisa kembali intens berkomunikasi dengan teman SMP-nya, Lisbet Barasa (22). Lisbet yang bekerja di dunia hiburan malam di Medan, bersama pasangan sirinya Erwandi alias Iwan (39), diduga menyeret Anisa ke dalam lingkaran pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.
Terjerumus Dunia Gelap
Pada 2023, Anisa meninggalkan rumah mertuanya dan pindah ke Medan. Di sana, ia bekerja di tempat hiburan malam dan SPA. Ia kemudian menjalin hubungan dengan Selamat alias Amat bin Ali Asan (34), yang merupakan rekan dari Erwandi.
Keempatnya—Anisa, Lisbet, Erwandi, dan Selamat—akhirnya terjerat narkoba. Ketergantungan tersebut mendorong mereka mencari jalan cepat untuk mendapatkan uang.
Dari situlah muncul rencana untuk merampok rumah keluarga suami Anisa di Rumbai, Pekanbaru.

Dari Rencana Perampokan Berujung Pembunuhan
Aksi awal dilakukan pada 8 April 2026. Anisa bersama Selamat mencuri uang Rp4 juta saat hanya Arnold berada di rumah. Aksi ini menjadi pemanasan sebelum kejahatan yang lebih besar.
Pada 25 April 2026, keempat pelaku tiba di Pekanbaru dan menginap di sebuah hotel melati di Jalan Riau. Setelah melakukan survei, rencana yang semula hanya perampokan berubah menjadi pembunuhan berencana.
Puncaknya terjadi pada 29 April 2026.
Anisa menghubungi suaminya dan mengajaknya bertemu di kawasan Jalan Sudirman. Setelah itu, Anisa bersama Lisbet masuk ke rumah korban dengan dalih bersilaturahmi.
Baca Juga : Cium Tangan Saat Bertamu, Eks Menantu Ternyata Dalang Perampokan Sadis, Ibu Mertua Tewas Dipukul
Tak lama berselang, Selamat masuk dengan alasan menagih ongkos taksi online. Ia kemudian menghantam Dumaris menggunakan balok kayu ke bagian dada dan kepala hingga tewas di ruang tamu.
Jasad korban kemudian diseret ke kamar mandi, sementara kamera CCTV dirusak untuk menghilangkan jejak.
Arnold yang datang ke rumah tidak mengetahui kejadian tersebut karena dialihkan oleh pelaku. Ia bahkan sempat dibawa ke wilayah Minas, Siak, dengan rencana untuk dibunuh. Namun rencana itu dibatalkan karena pelaku panik. Arnold akhirnya dilepas dan hanya diberi uang Rp50 ribu.

Harta Dibawa Kabur
Setelah menghabisi korban, para pelaku membawa kabur sejumlah barang berharga, antara lain:
- Uang 400 dolar Singapura (sekitar Rp5,4 juta)
- Perhiasan emas
- Telepon genggam milik korban
- Sejumlah uang tunai rupiah (masih didalami polisi)

Ditangkap Polisi, Dua Pelaku Ditembak
Setelah kejadian, keempat pelaku melarikan diri ke Medan dan sempat berpesta narkoba sebelum berpencar.
Tim gabungan Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Jatanras Ditreskrimum Polda Riau akhirnya menangkap mereka pada 3 Mei 2026.
Anisa dan Selamat ditangkap di Aceh Tengah, sementara Lisbet dan Erwandi diamankan di Binjai, Sumatera Utara. Dua pelaku pria terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki karena melawan saat penangkapan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan keempat pelaku positif narkoba.
Motif: Dendam dan Narkoba
Kepada polisi, Anisa mengaku nekat melakukan aksi tersebut karena sakit hati terhadap keluarga mertuanya. Dendam yang dipendam sejak 2022–2023, ditambah pengaruh narkoba, menjadi pemicu utama tindakan keji tersebut.
Kasus ini menjadi potret kelam bagaimana pergaulan dan penyalahgunaan narkoba dapat menghancurkan kehidupan seseorang. Dari kehidupan yang serba cukup, Anisa kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.(red)
Sumber : TribunPekanbaru
Editor : Pahotan M Hutagalung












