DaerahPariwisata

Letusan Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, Operasi Evakuasi Terkendala Aktivitas Vulkanik

×

Letusan Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, Operasi Evakuasi Terkendala Aktivitas Vulkanik

Sebarkan artikel ini
Foto: Jhon Frengki Manipa via REUTERS/Jhon Frengki Manipa

Ternate, NusantaraTop.co – Letusan Gunung Dukono di Halmahera, Maluku Utara, menyita perhatian publik hingga media internasional setelah menewaskan tiga pendaki pada Jumat (8/5/2026). Gunung berapi aktif tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 10 kilometer ke langit saat letusan terjadi.

Tiga korban diketahui merupakan bagian dari rombongan pendaki yang terdiri dari 20 warga Singapura dan Indonesia. Mereka tetap melakukan pendakian meski telah ada larangan resmi dari otoritas terkait aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang terus meningkat.

Kepolisian menyebut dua korban merupakan warga negara Singapura berjenis kelamin laki-laki berusia 30 dan 27 tahun. Sementara satu korban lainnya adalah perempuan asal Kota Ternate, Maluku Utara.

Kepala Kepolisian Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, mengatakan jenazah ketiga korban masih berada di kawasan gunung karena proses evakuasi terkendala letusan susulan dan medan ekstrem.

“Evakuasi mengalami hambatan akibat letusan berulang, semburan material vulkanik, dan kondisi medan yang sulit,” ujarnya.

Sementara itu, sebagian besar rombongan pendaki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan telah dibawa ke rumah sakit. Dua porter dilaporkan masih berada di gunung untuk membantu proses pencarian bersama tim penyelamat.

Basarnas Ternate memutuskan menghentikan sementara operasi pencarian pada Jumat malam karena aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih sangat tinggi.

“Pencarian telah ditutup sementara hari ini dan akan dilanjutkan besok, bukan karena kami tidak ingin mencari di malam hari, tetapi karena Gunung Dukono akan terus meletus,” kata Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, dikutip dari Reuters, Sabtu (9/5/2026).

Seorang warga lokal yang ikut membantu proses penyelamatan, Aldy Salabia, mengatakan material vulkanik terus terlontar dari kawah hingga Jumat sore.

“Dari pos perlindungan, kami bisa melihat abu dan material batu terus-menerus terlontar,” ujarnya kepada BBC.

Kesaksian serupa disampaikan seorang pemandu wisata yang berada di gunung bersama dua wisatawan saat letusan terjadi. Ia mengaku telah merasakan getaran kuat dari dalam gunung beberapa hari sebelumnya.

“Saya mendengar getaran yang dalam. Jadi saya memutuskan segera turun bersama tamu-tamu saya. Dan akhirnya, kami bertiga selamat,” katanya kepada BBC.

Menurutnya, saat itu masih banyak pendaki berada di sekitar bibir kawah, bahkan beberapa di antaranya merekam aktivitas vulkanik menggunakan drone.

Padahal, otoritas sebelumnya telah menyebarluaskan larangan pendakian melalui media sosial dan spanduk di jalur masuk pendakian. Sejak 17 April 2026, kawasan Gunung Dukono resmi ditutup untuk wisatawan setelah aktivitas vulkanik meningkat drastis.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah merekomendasikan masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang karena potensi lontaran batu pijar, hujan abu, hingga aliran lava.

“Dukono adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia,” ujar Kepala PVMBG, Siti Sumilah Rita Susilawati.

PVMBG menyebut status Gunung Dukono saat ini berada pada level II atau waspada dalam sistem peringatan empat tingkat nasional.

Sementara itu, Dr Daryono dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia menilai insiden tersebut menjadi peringatan keras bahwa gunung berapi aktif tidak dapat diperlakukan sebagai destinasi wisata biasa.

“Bahaya sebenarnya tetap ada dan bisa muncul kapan saja dalam bentuk lontaran material pijar, hujan abu tebal, gas vulkanik, atau letusan eksplosif mendadak,” ujarnya.

Selain itu, aparat kepolisian juga telah membawa seorang pemandu wisata dan porter untuk dimintai keterangan terkait dugaan kelalaian membawa pendaki memasuki area terlarang meski telah ada larangan resmi dari pemerintah.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights