
Apa Itu Ebola?
Ebola adalah penyakit serius dan mematikan yang disebabkan oleh infeksi virus Ebola (Ebolavirus). Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan organ, perdarahan di dalam tubuh, hingga kematian.
Walaupun hingga saat ini belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia, kewaspadaan tetap penting karena tingkat kematian akibat penyakit ini sangat tinggi.
Penyebab dan Cara Penularan Ebola
Virus Ebola awalnya menyebar dari hewan ke manusia. Hewan yang dapat membawa virus ini antara lain:
- Kelelawar
- Monyet
- Gorila
- Simpanse
Setelah itu, virus dapat menular antarmanusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.
Cara Penularan Ebola
Virus Ebola dapat menyebar melalui:
- Darah penderita
- Air liur
- Urine
- Keringat
- Tinja
- Muntahan
- ASI
- Cairan ketuban
- Air mani
Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui:
- Jarum suntik bekas
- Pakaian atau tempat tidur yang terkontaminasi
- Peralatan medis yang tidak steril
Yang Perlu Diketahui
Ebola:
- Tidak menular melalui udara
- Tidak menular lewat gigitan nyamuk
- Tidak semudah flu atau pilek dalam penularannya
Faktor Risiko Ebola
Seseorang lebih berisiko terkena Ebola jika:
- Bepergian ke negara dengan wabah Ebola
- Merawat pasien Ebola tanpa alat pelindung
- Tinggal serumah dengan penderita
- Menangani pemakaman korban Ebola
- Bekerja dengan hewan primata dari Afrika
Negara yang pernah mengalami wabah Ebola antara lain:
- Sudan
- Kongo
- Liberia
- Guinea
- Sierra Leone
Gejala Ebola
Gejala Awal
Gejala biasanya muncul 2–21 hari setelah terpapar virus, seperti:
- Demam
- Sakit kepala
- Sakit tenggorokan
- Nyeri otot dan sendi
- Tubuh lemas
Gejala Lanjutan
Jika memburuk, penderita dapat mengalami:
- Nyeri dada
- Batuk
- Mual dan muntah
- Mata merah
- Sakit perut
- Ruam kulit
- Diare berdarah
- Penurunan berat badan drastis
- Perdarahan dari mulut, hidung, mata, atau telinga
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksa ke rumah sakit jika:
- Baru bepergian dari wilayah wabah Ebola
- Mengalami gejala yang mengarah ke Ebola
Karena Ebola sangat menular dan berbahaya, penderita biasanya akan dirawat di ruang isolasi.
Diagnosis Ebola
Ebola sulit dikenali karena gejalanya mirip penyakit lain seperti:
- Flu
- Malaria
- Tifus
Dokter biasanya melakukan:
- Tes darah
- Pemeriksaan fungsi hati
- Pemeriksaan pembekuan darah
- Pemeriksaan jumlah sel darah
Pengobatan Ebola
Saat ini sudah tersedia obat untuk Ebola, yaitu:
- Inmazeb
- Ebanga
Kedua obat tersebut bekerja menggunakan antibodi monoklonal untuk melawan virus secara spesifik.
Perawatan Pendukung
Pasien juga bisa mendapatkan:
- Infus cairan
- Oksigen tambahan
- Antibiotik bila ada infeksi lain
- Transfusi darah
- Obat untuk menjaga tekanan darah
Masa Pemulihan
Setelah sembuh, pasien mungkin mengalami:
- Rambut rontok
- Mata meradang
- Mudah lelah
- Gangguan saraf
- Penyakit kuning
Pria yang sembuh dari Ebola masih dapat membawa virus dalam air mani selama beberapa bulan, sehingga dianjurkan menggunakan kondom selama 12 bulan atau sampai hasil tes negatif.
Komplikasi Ebola
Ebola dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:
- Perdarahan hebat
- Kerusakan organ
- Kejang
- Syok
- Koma
- Gangguan kesadaran
Pencegahan Ebola
Salah satu vaksin Ebola yang tersedia adalah:
- Ervebo
Namun vaksin ini hanya efektif untuk jenis Zaire Ebola.
Cara Mencegah Ebola
- Rajin mencuci tangan
- Menghindari kontak dengan penderita
- Tidak menyentuh cairan tubuh pasien
- Menghindari hewan liar pembawa virus
- Menggunakan alat pelindung diri bagi tenaga medis
- Menjaga kebersihan peralatan medis
Kesimpulan
Ebola adalah penyakit berbahaya dengan tingkat kematian tinggi, tetapi penularannya dapat dicegah melalui:
- Kebersihan yang baik
- Penggunaan alat pelindung
- Menghindari kontak dengan penderita atau cairan tubuh yang terinfeksi
Jika mengalami gejala yang mengarah ke Ebola, terutama setelah bepergian ke wilayah wabah, segera cari pertolongan medis.
Sumber : Alodokter












