Ekonomi & BisnisNasional

Dolar AS Tembus Rp17.858, Menkeu Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tak Masuk Akal

×

Dolar AS Tembus Rp17.858, Menkeu Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Tak Masuk Akal

Sebarkan artikel ini
Purbaya Yudhi Sadewa terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di Jakarta. (ist)

Jakarta, NusantaraTop.co — Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan penguatan terhadap rupiah. Mata uang Negeri Paman Sam itu kini menembus level Rp17.800-an pada perdagangan Kamis (28/5/2026).

Berdasarkan data Bloomberg sekitar pukul 09.10 WIB, nilai tukar dolar AS tercatat berada di level Rp17.858 atau menguat 57 poin (0,32%) terhadap rupiah.

Penguatan dolar AS juga terjadi terhadap sejumlah mata uang dunia lainnya. Dolar AS tercatat menguat terhadap won Korea Selatan, yen Jepang, dolar Kanada hingga franc Swiss. Namun, mata uang tersebut melemah tipis terhadap dolar Hong Kong.

Dolar AS terpantau menguat 0,09% terhadap dolar Kanada dan naik 0,20% terhadap franc Swiss. Sementara terhadap dolar Hong Kong, dolar AS melemah tipis sekitar 0,03%.

Menkeu Purbaya: Rupiah Melemah Tak Masuk Akal

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran sekaligus stres melihat pelemahan rupiah yang cukup dalam hingga dolar AS menyentuh level Rp17.800.

Menurutnya, pelemahan rupiah saat ini dinilai tidak sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang masih tergolong baik.

“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026).

Meski rupiah melemah, Purbaya menyebut imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Indonesia justru mengalami penurunan. Kondisi tersebut dipengaruhi langkah pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) melalui treasury operation guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Ia menilai selama pasar obligasi Indonesia masih terkendali, aliran modal asing tetap akan masuk ke Indonesia.

Ke depan, pemerintah disebut akan kembali melakukan berbagai langkah intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan penguatan dolar AS global.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights