Adian Koting, NusantaraTop.co – Warga di Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, melaporkan kondisi darurat akibat akses jalan yang masih terputus total dan pasokan kebutuhan pokok yang semakin menipis. Hingga Sabtu (29/11/2025), jalur dari Pancur Batu menuju Torhonas dan Siantar Naipospos belum dapat dilalui karena longsor di banyak titik.
Tokoh Sumatera Utara, Juliski Simorangkir, menyampaikan bahwa informasi ini ia peroleh dari warga dan kerabatnya di kampung halaman Adian Koting. Kondisi dua desa tersebut Torhonas dan Siantar Naipospos disebut sudah sangat memprihatinkan.
“Mereka sudah kehabisan stok makanan. Sinyal tidak ada, listrik padam,” ujar Juliski dalam keterangan tertulisnya terhadap NusantaraTop.co.
Ia menambahkan, total sekitar 600 kepala keluarga (KK) di dua desa itu kini terisolasi tanpa akses komunikasi maupun distribusi logistik.
“Kasihan sekali. Masyarakat sudah kehabisan bekal makan. Beberapa warga mencoba menembus longsor dengan berjalan kaki ke Tarutung untuk membeli kebutuhan pokok,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan cepat dari pemerintah daerah. Ia mendorong agar Pemkab Tapanuli Utara memprioritaskan bantuan ke wilayah yang paling parah terisolasi.
“Mohon segera pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memberikan bantuan dan fokus ke daerah yang sangat membutuhkan serta masih terisolasi,” harap Juliski.

Dalam sebuah video yang diterima redaksi, tampak dua warga berusaha keluar dari desa untuk mencari pembekalan. Namun, jalur yang mereka tempuh di kawasan perbukitan dipenuhi titik longsor.
“Jalan yang kami lalui semuanya longsor, belum ada 2 meter longsor lagi saudaraku. Kami tidak tau lagi mau kemana. Inilah perjuangan orangtua,” ujar salah seorang warga dalam rekaman tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, kondisi akses dan kebutuhan logistik masyarakat di Adian Koting masih menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.(red)
Editor : Pahotan M Hutagalung












