GAZA – Badai debu besar melanda wilayah Gaza pada Sabtu (14/3/2026), menyebabkan langit dan kawasan kota tertutup debu tebal yang memunculkan cahaya oranye di berbagai wilayah. Kondisi tersebut membuat jarak pandang menurun dan memicu kekhawatiran terhadap kesehatan warga.
Kementerian Dalam Negeri Gaza yang dikelola oleh Hamas mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar tetap berada di rumah selama badai berlangsung, terutama bagi warga yang memiliki penyakit pernapasan.
Pihak otoritas menyebut badai debu tersebut menyebarkan partikel debu tebal di udara sehingga berpotensi membahayakan kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan seperti asma.
Sejumlah laporan menyebutkan kota Gaza diselimuti kabut debu berwarna oranye yang pekat, menciptakan pemandangan tidak biasa di langit wilayah tersebut. Debu yang terbawa angin kencang menyebar ke berbagai distrik di Jalur Gaza.
Warga Diminta Waspada
Pemerintah setempat mengimbau warga untuk menutup pintu dan jendela rumah serta menghindari aktivitas di luar ruangan sampai kondisi cuaca kembali normal.
Imbauan khusus juga diberikan kepada masyarakat yang memiliki riwayat penyakit paru-paru agar tidak keluar rumah karena partikel debu dapat memperburuk kondisi kesehatan.
Kondisi Gaza Semakin Sulit
Badai debu ini menambah kesulitan bagi warga Gaza yang sebelumnya telah menghadapi berbagai krisis kemanusiaan, termasuk konflik berkepanjangan dan kondisi pengungsian di sejumlah wilayah.
Banyak keluarga yang tinggal di tempat penampungan sementara atau tenda pengungsi berisiko lebih terdampak oleh cuaca ekstrem seperti badai debu dan angin kencang.
Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat badai debu tersebut, namun otoritas setempat terus memantau kondisi cuaca dan dampaknya terhadap masyarakat. (red)












