MancanegaraPolitik

Iran dan Kelompok Perlawanan Gempur Aset AS-Israel, Operasi “True Promise 4” Terus Berlanjut

×

Iran dan Kelompok Perlawanan Gempur Aset AS-Israel, Operasi “True Promise 4” Terus Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Ilustrasi digital menunjukkan eskalasi konflik di Timur Tengah, di mana Iran dan kelompok sekutunya melancarkan serangan terhadap aset militer Amerika Serikat dan Israel dalam operasi bertajuk “True Promise 4”, dengan latar ledakan, rudal, dan pertempuran bersenjata. (Foto: Ilustrasi/NusantaraTop.co)

Teheran, NusantaraTop.co – Angkatan bersenjata Iran bersama kelompok perlawanan di kawasan Timur Tengah terus melancarkan serangan balasan terhadap aset militer Amerika Serikat dan Israel dalam rangkaian operasi militer bertajuk True Promise 4.

Operasi ini digelar sebagai respons atas serangan yang disebut dilakukan oleh koalisi AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Sejak saat itu, gelombang serangan rudal dan drone terus dilancarkan ke berbagai target strategis.

Menurut laporan, hingga 17 Maret 2026, pasukan Iran telah meluncurkan sedikitnya 60 gelombang serangan menggunakan persenjataan canggih, menyasar fasilitas militer Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan militer AS di kawasan Asia Barat.

Operasi ini turut melibatkan kelompok sekutu Iran, termasuk Hezbollah di Lebanon dan kelompok perlawanan di Irak, yang disebut aktif menyerang target-target militer musuh.

Serangan IRGC dan Militer Iran

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) bersama Angkatan Darat Iran melaporkan sejumlah operasi besar pada Selasa (17/3), di antaranya:

  • Serangan gabungan rudal dan drone yang diklaim menghancurkan hanggar pesawat tempur AS di pangkalan udara Sheikh Isa dan Al-Dhafra.

  • Gelombang ke-57 hingga ke-59 operasi “True Promise 4” yang menargetkan infrastruktur militer dan sistem pertahanan Israel di sejumlah wilayah.

  • Penggunaan rudal canggih seperti Kheibar Shekan, Emad, Qadr, hingga Khorramshahr, serta drone bunuh diri.

  • Serangan terhadap beberapa pangkalan militer AS di kawasan, termasuk Al-Udeid, Ali Al-Salem, dan lokasi lainnya.

Selain itu, Angkatan Darat Iran juga melaporkan serangan drone terhadap pusat teknologi militer Israel dan kompleks industri persenjataan Rafael, yang dikenal sebagai pengembang sistem pertahanan seperti Iron Dome.

Hezbollah dan Kelompok Irak Ikut Terlibat

Kelompok Hezbollah dilaporkan melancarkan berbagai serangan ke posisi militer Israel di perbatasan Lebanon dan wilayah pendudukan. Serangan meliputi:

  • Penghancuran sejumlah tank Merkava menggunakan rudal berpemandu.

  • Serangan roket ke beberapa titik konsentrasi pasukan Israel.

  • Penembakan drone militer Israel jenis Hermes 450.

  • Serangan drone ke pangkalan udara dan fasilitas radar Israel.

Sementara itu, kelompok perlawanan di Irak juga disebut melakukan operasi harian yang menargetkan aset militer AS di Irak dan negara-negara Arab lainnya.

Eskalasi Konflik Kian Memanas

Situasi di kawasan Timur Tengah terus memanas dengan meningkatnya intensitas serangan antara Iran dan sekutunya melawan AS serta Israel. Hingga kini belum ada laporan independen yang memverifikasi seluruh klaim kerusakan maupun korban dari masing-masing pihak.

Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang berpotensi berdampak pada stabilitas global.(red/presstv)

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights