HukumNasionalRagam

Ketum PETIR Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Kalibata, Ancaman Aksi Balasan Menguat

×

Ketum PETIR Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Kalibata, Ancaman Aksi Balasan Menguat

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: 1️⃣ Ketua Umum PETIR, E. Alex Kadju, saat menyampaikan pernyataan tegas dan mendesak pihak kepolisian segera menangkap para pelaku pengeroyokan terhadap dua anggota mata elang di Kalibata, Jakarta Selatan. 2️⃣ Panglima PETIR, Salim Rettob, memberikan ultimatum keras kepada Kapolda Metro Jaya agar menangkap para pelaku dalam waktu 1×24 jam, sebagai bentuk tuntutan keadilan atas insiden tersebut. 3️⃣ Suasana saat keluarga korban dan massa PETIR menyampaikan aspirasi di lokasi kejadian, didampingi aparat keamanan yang berjaga. 4️⃣ Tampak kobaran api dari pembakaran sejumlah kios di kawasan Kalibata pascakonflik yang dipicu insiden pengeroyokan pada Kamis malam. Sumber foto: Tangkapan layar video dari berbagai akun viral TikTok.

Jakarta, NusantaraTop.co – Ketua Umum Persaudaraan Timur Raya (PETIR), E. Alex Kadju, mendesak pihak kepolisian bergerak cepat menangkap para pelaku pengeroyokan terhadap dua anggota mata elang yang terjadi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12/2025). Insiden tersebut memicu kemarahan warga hingga berujung pada pembakaran sejumlah kios di lokasi kejadian.

Alex menjelaskan, aksi pembakaran itu merupakan luapan emosi warga yang tak terima atas pengeroyokan yang terjadi pada sore harinya. Ia menegaskan bahwa kemarahan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan reaksi atas kekerasan yang dialami saudara mereka.

“Kami mau jujur, malam ini niat kami sebenarnya mau melakukan penyerangan balik, karena kami tidak terima saudara kami diperlakukan seperti binatang. Kami orang Indonesia Timur diajarkan kasih dan toleransi. Jangan lagi ajari kami soal toleransi,” tegas Alex di hadapan ratusan massa, Kamis malam.

Alex menilai masyarakat Indonesia Timur yang tinggal di Jakarta kerap menerima stigma tidak proporsional setiap kali terjadi konflik di ibu kota. Ia berharap polisi bersikap adil dan tidak melihat kejadian ini hanya dari satu sisi.

“Kami meminta aparat melihat persoalan ini secara jernih dan adil. Kami juga manusia, dan kami punya hak yang sama. Jika keadilan sosial tidak berlaku bagi kami orang Indonesia Timur, lebih baik kami angkat bendera dan minta pisah,” ucapnya dengan nada tinggi.

Alex menyampaikan bahwa PETIR, yang beranggotakan masyarakat dari Kalimantan, Maluku, Papua, Sulawesi, NTT hingga NTB, selama ini turut membantu menjaga keamanan melalui keberadaan Rumah Adat Petir. Ia menegaskan seluruh anggota adalah warga yang taat hukum, namun tuntutan mereka harus ditindaklanjuti.

“Jika malam ini pelaku yang ada di video itu tidak ditangkap, saya tidak bisa menjamin massa bubar. Saya siap jadi martir bila perlu. Kami datang ke sini sebenarnya mau bakar. Tapi karena menghargai aparat, kami tahan,” tambahnya.

Panglima PETIR Ultimatum Kapolda Metro Jaya

Panglima PETIR, Salim Rettob, menambahkan ultimatum keras kepada Kapolda Metro Jaya agar menangkap para pelaku dalam waktu 1×24 jam.

“Harga diri orang Indonesia Timur tidak bisa dibayar dengan apapun. Jika dalam 1×24 jam pelaku tidak ditangkap, kami akan melakukan upaya-upaya yang kami anggap bisa memberikan rasa keadilan,” ujar Salim.

Ia menegaskan bahwa dirinya dan seluruh anggota PETIR datang dengan kesiapan penuh, baik lahir maupun batin, setelah mendengar kabar adanya korban meninggal dari pihak mereka.

Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait pengeroyokan serta kerusuhan yang terjadi di kawasan Kalibata. Aparat disebut telah mengumpulkan rekaman video dan sejumlah keterangan saksi untuk mengidentifikasi para pelaku.

Sementara itu, PETIR menegaskan akan terus menuntut proses hukum yang adil dan transparan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.(red)

Editor : Pahotan M H

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights