DaerahSumut

Ledakan Grand Polonia Medan: Tiga Tewas, Empat Selamat, Keluarga Korban Kenang Percakapan Terakhir

×

Ledakan Grand Polonia Medan: Tiga Tewas, Empat Selamat, Keluarga Korban Kenang Percakapan Terakhir

Sebarkan artikel ini
Tim gabungan mengevakuasi korban dari reruntuhan rumah yang hancur akibat ledakan di Komplek Grand Polonia, Medan. Tiga orang ditemukan meninggal dunia, sementara empat lainnya berhasil selamat. (Foto: Tangkapan Layar IG Kantor SAR Medan)

Medan, NusantaraTop.co – Insiden ledakan hebat yang menghancurkan sebuah rumah di Komplek Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026), menyisakan duka mendalam. Hingga proses evakuasi selesai, tercatat tujuh orang menjadi korban, terdiri dari tiga meninggal dunia dan empat lainnya selamat.

Ledakan yang diduga dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah itu merobohkan sebagian besar bangunan rumah dan membuat para penghuni maupun pekerja terjebak di bawah reruntuhan.

Tiga Korban Meninggal Dunia

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan pada Selasa (21/7/2026).

Ketiga korban meninggal ditemukan tertimbun reruntuhan di lantai dua rumah.

“Seluruhnya kita temukan di lantai dua. Puji Tuhan, semua korban sudah berhasil ditemukan,” ujar Calvijn.

Korban meninggal dunia yakni:

  • Jesika, istri pemilik rumah.
  • Ros, asisten rumah tangga (ART).
  • Sinta, babysitter yang bekerja di rumah tersebut.

Jesika ditemukan sekitar pukul 02.20 WIB, Ros sekitar 15.45 WIB, sedangkan Sinta berhasil dievakuasi sekitar 18.00 WIB.

Empat Korban Selamat

Selain korban meninggal, empat orang lainnya berhasil selamat dari peristiwa tersebut, yaitu:

  • Jeavelin, anak berusia dua tahun.
  • Hasan, orang tua pemilik rumah.
  • Seorang sopir yang identitasnya belum diketahui.
  • Yuda, kurir pengantaran daring yang berada di lokasi saat mengantar paket.

Polisi masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti ledakan serta kondisi keamanan di lokasi kejadian.

Tangis Keluarga Pecah di Depan Gerbang Kompleks

Duka mendalam juga dirasakan keluarga para pekerja rumah yang menjadi korban.

Hendry, kakak kandung Sinta yang bekerja sebagai babysitter, tak mampu menahan tangis saat menunggu proses pencarian adiknya di depan gerbang Komplek Grand Polonia.

Menurut Hendry, adiknya telah bekerja di rumah tersebut selama sekitar enam bulan.

“Adik saya si Sinta kerja di sini jadi babysitter sudah lebih enam bulan,” katanya seperti dilansir dari Tribunmedan.

Ia mengaku komunikasi dengan sang adik biasanya berjalan lancar. Sinta rutin menghubungi keluarga saat jam istirahat.

Namun sejak Senin sore, telepon seluler adiknya tidak lagi aktif.

“Biasanya kalau istirahat jam satu atau jam dua dia telepon. Tapi semalam kok tiba-tiba HP-nya mati. Jam dua terakhir kami kontak, habis itu saya cek lagi jam enam sudah tidak aktif,” ungkap Hendry.

Percakapan Terakhir Bersama Sang Ibu

Hendry mengenang percakapan terakhir bersama adiknya yang terjadi beberapa jam sebelum ledakan.

Saat itu Sinta sempat melakukan panggilan telepon bersama ibu mereka.

“Dia telepon bareng mama. Karena saya lagi di kampus, saya enggak angkat teleponnya,” katanya.

Setelah itu, Hendry sempat mengirim pesan singkat untuk menanyakan keperluan adiknya menghubunginya.

Sinta menjawab bahwa tidak ada hal penting sehingga Hendry berencana menghubunginya kembali pada sore hari.

Namun hingga malam, telepon tersebut tak pernah tersambung lagi.

Hendry baru mengetahui adanya ledakan setelah melihat unggahan kerabatnya di aplikasi pesan singkat. Bersama keluarganya, ia kemudian bergegas menuju lokasi tempat adiknya bekerja.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Meski seluruh korban telah berhasil dievakuasi, polisi masih melakukan screening terakhir di lokasi kejadian guna memastikan area benar-benar aman.

Sementara itu, penyelidikan terkait penyebab ledakan masih terus dilakukan. Dugaan sementara mengarah pada kebocoran pipa gas bawah tanah, namun kepolisian masih menunggu hasil investigasi menyeluruh.(red)

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *