Medan, NusantaraTop.co – Ikatan Pemuda Mahasiswa Abdi Negara (IPMAN) kembali menggelar aksi unjuk rasa Jilid IV di depan Mapolrestabes Medan. Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral mahasiswa serta pemuda terhadap maraknya praktik prostitusi di kawasan Ruko Nibung, Kota Medan, yang dinilai merusak tatanan sosial, hukum, dan moral generasi bangsa.
Dalam pernyataan sikapnya, IPMAN menegaskan bahwa hingga saat ini lokasi prostitusi di Ruko Nibung masih bebas beroperasi dan belum tersentuh penegakan hukum. Padahal, keberadaan praktik tersebut dianggap sangat merusak moral generasi muda serta mencederai nilai-nilai sosial dan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melalui aksi Jilid IV ini, IPMAN menyampaikan sejumlah tuntutan tegas kepada aparat penegak hukum, khususnya Kapolrestabes Medan. Massa aksi mendesak agar lokasi prostitusi di kawasan Ruko Nibung segera ditutup secara permanen, serta meminta dilakukan pemeriksaan dan penindakan tegas terhadap oknum aparat yang diduga menjadi pelindung atau backing praktik prostitusi tersebut.
Selain itu, IPMAN menuntut penegakan hukum yang adil, transparan, dan tanpa tebang pilih terhadap seluruh pihak yang terlibat. Mereka juga menilai pembiaran praktik prostitusi yang lokasinya sangat dekat dengan Kantor Polsek Medan Baru telah mencoreng marwah dan kehormatan institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Koordinator Aksi IPMAN, Zailani Syaputra, dalam orasinya menyampaikan bahwa sangat tidak masuk akal jika aparat penegak hukum tidak mengetahui keberadaan lokasi prostitusi tersebut. Menurutnya, fakta kedekatan lokasi dengan kantor kepolisian justru memperkuat dugaan adanya pembiaran yang bersifat sistematis.
“Sejak aksi Jilid I hingga Jilid IV, tuntutan kami tidak pernah ditanggapi secara serius oleh pihak kepolisian, padahal seluruh aksi kami dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Zailani.
Baca Juga : IPMAN Gelar Aksi Jilid II di Polrestabes Medan, Desak Penutupan Permanen Prostitusi Ruko Nibung
Baca Juga : IPMAN Ultimatum Aparat: Tutup Prostitusi Ruko Nibung atau Aksi Jilid II Digelar

Ketua Ikatan Pemuda Mahasiswa Abdi Negara (IPMAN) Zailani Syaputra membacakan tuntutan saat aksi unjuk rasa Jilid IV di depan Mapolrestabes Medan, dengan pengawalan aparat kepolisian, menuntut penutupan permanen praktik prostitusi di kawasan Ruko Nibung serta penegakan hukum yang adil dan tegas.
Ia juga menambahkan bahwa telah muncul persepsi negatif di ruang publik terkait adanya ketakutan oknum aparat untuk berdialog dengan mahasiswa mengenai persoalan tersebut.
Menurutnya, isu prostitusi yang dibiarkan berlarut-larut merupakan persoalan serius dan memalukan, khususnya bagi marwah dan kehormatan institusi Polri.
IPMAN menilai pembiaran praktik prostitusi ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Oleh karena itu, massa aksi juga mendesak pencopotan Kapolrestabes Medan, yang dinilai gagal menjalankan fungsi penegakan hukum dan pembinaan Kamtibmas.
IPMAN menegaskan bahwa aksi tersebut berlangsung secara damai dan murni sebagai gerakan moral serta sosial. Mereka berkomitmen akan terus melakukan aksi lanjutan hingga seluruh tuntutan benar-benar ditindaklanjuti secara nyata oleh pihak berwenang.
“Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu,” seru massa aksi menutup pernyataan sikapnya.
(Tim)












