Jakarta, NusantaraTop.co – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan tiga prioritas besar kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri): pemberantasan narkoba, penyelundupan, dan judi online. Hal itu disampaikan Presiden dalam forum yang disiarkan melalui kanal YouTube TribunJatim pada Kamis (30/10/2025).
“Saya minta Kapolri tiga hal yang Anda pimpin untuk saya: satu, pemberantasan narkoba; dua, penyelundupan; tiga, judi online,” ujar Prabowo di hadapan para pejabat tinggi negara.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan dirinya tidak pernah “titip” pejabat di kepolisian maupun instansi lain. “Di awal pemerintahan saya, saya hormati Anda. Saya tidak cawe-cawe, saya tidak titip satu pun pejabat. Saya tidak titip ponakan, tidak titip kerabat. Saya hanya minta tiga hal itu,” tegasnya.
Meski begitu, Presiden sempat berseloroh soal pengawalnya dulu yang kini menjadi anggota Polri. “Kalau mantan pengawal saya ada yang masuk secaba, ya boleh lah satu-dua orang. Mereka dulu pertaruhkan nyawa waktu hujan-hujanan ngawal saya. Tapi itu manusiawi,” kata Prabowo disambut tawa hadirin.
Apresiasi Keberhasilan Polri Musnahkan 214,84 Ton Narkoba
Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba di Mabes Polri, Jakarta Selatan (29/10/2025). Berdasarkan laporan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri berhasil menyita dan memusnahkan 214,84 ton berbagai jenis narkoba senilai lebih dari Rp29,37 triliun.
“Pemusnahan barang bukti narkoba hasil kerja Polri selama satu tahun, Oktober 2024 hingga Oktober 2025, nilainya mencapai Rp29,37 triliun,” ujar Presiden.
Menurut Prabowo, keberhasilan Polri ini telah menyelamatkan lebih dari 629 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba — jumlah yang hampir dua kali lipat populasi Indonesia.
“Saya menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh anggota kepolisian di mana pun mereka bertugas,” tutur Presiden.


Dukungan untuk Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran
Kapolri Jenderal Listyo Sigit menegaskan, upaya pemberantasan narkoba sejalan dengan Misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada sasaran prioritas ke-4, yakni pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Dalam satu tahun terakhir, Polri telah mengungkap 49.306 kasus narkoba dengan 65.572 tersangka, serta memusnahkan lebih dari 212 ton barang bukti.
Barang bukti tersebut terdiri dari antara lain:
-
186,7 ton ganja
-
9,2 ton sabu
-
1,9 ton tembakau gorilla
-
2,1 juta butir ekstasi
-
13,1 juta butir obat keras
-
34,5 kg kokain, 6,8 kg heroin, dan 27,9 kg ketamin
Selain penindakan, Polri juga memperluas program pembinaan dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba. Saat ini, terdapat 615 lembaga rehabilitasi di seluruh Indonesia, termasuk 118 “kampung bebas narkoba” hasil transformasi dari 228 wilayah rawan.
Pesan Presiden: Polisi Harus Tegas dan Transparan
Prabowo juga menyoroti pentingnya citra kepolisian di mata publik. Ia mengingatkan bahwa tugas polisi sering kali tidak populer karena harus menegakkan ketertiban.
“Polisi itu tugasnya menertibkan. Kadang masyarakat dongkol karena ditilang, tapi kalau mau negara ini tertib, ya harus ada ketegasan,” ujarnya.
Presiden menegaskan dukungannya kepada Polri untuk tetap profesional dan tidak ragu menindak oknum yang melanggar. “Saya percaya institusi kita, baik polisi, tentara, maupun kejaksaan, tidak ragu menindak anggotanya yang tidak tertib,” kata Prabowo. (red)
Editor : Pahotan M Hutagalung












