HukumMancanegaraRagam

Simbol Kerajaan Skotlandia Hampir Hancur, Pria ini Ditahan Otoritas Inggris

×

Simbol Kerajaan Skotlandia Hampir Hancur, Pria ini Ditahan Otoritas Inggris

Sebarkan artikel ini
Batu Takdir (The Stone of Destiny) digunakan dalam upacara penobatan raja-raja Skotlandia pada masa abad pertengahan. Batu ini dicuri oleh Raja Edward I dari Inggris pada abad ke-13 dan baru dikembalikan ke Skotlandia pada tahun 1996. 📷: Jane Barlow/AP

London, NusantaraTop.co – Seorang pria asal Australia didakwa atas tuduhan “perusakan jahat” setelah diduga memecahkan kotak kaca yang melindungi Stone of Destiny  sebuah simbol kuno kenegaraan Skotlandia.

Pria bernama Arnaud Harixcalde Logan (35) itu tampil di Pengadilan Sheriff Perth pada Senin untuk menghadapi dakwaan yang setara dengan tindakan vandalisme. Logan, yang alamatnya tercatat di Sydney, tidak diminta untuk mengajukan pembelaan dan diperintahkan untuk ditahan hingga sidang pekan depan.

Kepolisian mengatakan mereka dipanggil ke lokasi setelah laporan keributan di Museum Perth, Skotlandia tengah, pada Sabtu, menyusul laporan adanya pria berbaju adat kilt yang mencoba menghancurkan kotak penyimpanan batu kerajaan tersebut.

Batu pasir berukuran 150 kilogram itu juga dikenal sebagai Stone of Scone (diucapkan: Skoon) dan telah digunakan dalam upacara penobatan raja-raja Skotlandia di Biara Scone, dekat kota Perth. Batu itu dicuri oleh Raja Edward I dari Inggris pada abad ke-13, lalu dibawa ke Westminster Abbey di London dan diletakkan di bawah kursi penobatan.

Sejak itu, batu tersebut digunakan dalam penobatan raja Inggris dan kemudian raja Britania Raya, setelah mahkota Inggris dan Skotlandia bersatu pada abad ke-17.

Keberadaan batu itu di London selama ratusan tahun sempat membuat nasionalis Skotlandia geram. Pada tahun 1950, batu itu dicuri dari Westminster Abbey oleh empat mahasiswa Universitas Glasgow, namun dikembalikan sebelum penobatan Ratu Elizabeth II pada 1953.

Batu tersebut akhirnya dikembalikan ke Skotlandia pada 1996, tepat 700 tahun setelah disita, dan dipajang di Kastil Edinburgh. Namun, disepakati bahwa batu itu akan dibawa kembali ke Inggris jika diperlukan untuk upacara penobatan. Karena sensitivitas politiknya, batu itu bahkan dipindahkan secara diam-diam dan dengan pengamanan ketat untuk penobatan Raja Charles III pada tahun 2023.

Tahun lalu, batu itu dipindahkan ke Museum Perth yang baru direnovasi, dan menurut situs resmi museum, berbagai sistem keamanan 24 jam telah diterapkan untuk melindungi benda bersejarah ini.

Pihak pengelola museum, Culture Perth and Kinross, menyatakan bahwa batu tidak mengalami kerusakan dalam insiden tersebut.(red)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *