Medan | NusantaraTop.co — Pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan. Korban bernama Florencia Lolita Wibisono (32) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (19/1/2026), dua hari setelah kecelakaan pesawat terjadi.
Florencia ditemukan di lereng curam Gunung Bulusaraung pada kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung. Jasad korban tersangkut di dahan pohon di tepi jurang dan pertama kali ditemukan oleh Saipul, anggota Tim Arai Sulawesi Selatan.
Saipul menjelaskan, proses pencarian dilakukan dalam kondisi yang sangat menantang akibat kabut tebal, hujan, jalur licin, serta jarak pandang terbatas. Saat menyusuri area sekitar puing pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), ia melihat tanda-tanda yang mencurigakan.
“Korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA, posisinya kurang lebih 100 meter sebelum titik kepala pesawat,” ujar Saipul, dikutip dari Kompas.com, Selasa (20/1/2026).
Kecurigaan muncul setelah Saipul melihat sejumlah pohon patah dan bebatuan berserakan, yang diduga akibat benturan benda berat dari atas lereng. Ia kemudian memperluas area pencarian ke sisi kanan jalur dan menemukan jasad korban di jurang.
Baca Juga : Dua Jenazah Diduga Korban Jatuhnya ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung
Dari kejauhan, korban terlihat dalam posisi tengkurap dan tersangkut di pohon. Saipul memilih menunggu personel SAR lainnya sebelum mendekati lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan bersama tim Basarnas dan relawan, korban dipastikan berjenis kelamin perempuan. Nametag yang masih terpasang menjadi petunjuk awal identitas korban.
“Nametag-nya masih utuh dan bisa dibaca. Tertulis nama Florencia,” ungkap Saipul.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam hitam pramugari ATR 42-500, celana jins, dan sepatu kets hitam. Tim SAR menyatakan korban diduga mengalami luka berat akibat jatuh dari ketinggian di medan terjal.
Proses evakuasi jenazah berlangsung sulit karena kondisi medan dan cuaca. Jasad korban terlebih dahulu ditutup menggunakan plastik sambil menunggu kantong jenazah, kemudian dievakuasi dengan sistem tali menuju jalur pendakian. Helikopter tidak dapat digunakan karena kabut tebal, sehingga jenazah sementara diamankan di lokasi sambil menunggu proses evakuasi lanjutan.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Sabtu siang (17/1/2026). Pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Hingga kini, dua jenazah telah berhasil dievakuasi, sementara tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dan evakuasi terhadap korban lainnya di lokasi kecelakaan.(red)












