Tokoh Masyarakat Taput Hentikan Alat Berat Hutama Karya, Minta Dialihkan ke Desa Terisolir Akibat Longsor
Sebarkan artikel ini
Tokoh masyarakat Binton Simorangkir melakukan negosiasi dengan operator alat berat Hutama Karya agar dialihkan ke desa-desa yang terisolir akibat longsor di Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara.(Foto Video Tangkapan Layar/Kolase)
Tapanuli Utara, NusantaraTop.co – Pasca banjir dan longsor yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, kondisi akses jalan di beberapa titik masih terputus. Akibatnya, sejumlah desa termasuk Dusun Aek Matio telah terisolir hampir 10 hari tanpa akses keluar masuk.
Melihat situasi itu, tokoh masyarakat Taput Binton Simorangkir mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara aktivitas alat berat milik PT Hutama Karya (HK) yang saat itu bekerja di jalur lintas Tarutung–Sibolga. Ia meminta agar alat berat dialihkan ke titik-titik desa yang hingga kini belum dapat diakses akibat tertimbun material longsor.
Menurut Binton, prioritas penanganan harus diberikan kepada desa yang benar-benar terisolir, mengingat alat berat milik Pemkab Taput sangat terbatas.
“Akhirnya, alat berat bisa masuk ke jalan Aek Matio, Desa Adian Koting, untuk membersihkan longsoran yang ada di 11 titik,” ujar Binton dalam keterangan videonya, Kamis (4/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa warga Dusun Aek Matio tidak dapat melakukan aktivitas apa pun selama 10 hari karena jalur utama tertutup total oleh longsor. Karena itu, pihaknya meminta penanggung jawab alat berat HK agar membantu pembukaan akses.
“Kami jelaskan bahwa Dusun Aek Matio sudah 10 hari terisolir dan alat Pemkab sangat terbatas. Akhirnya mereka setuju. Terima kasih kepada Bapak Juna dan Suhartono sebagai penanggung jawab alat berat ini,” tutur Binton.
Setelah disetujui, alat berat tersebut langsung bergerak menuju lokasi terdampak dan dipandu warga untuk membuka jalur yang tertutup material tebal. Kehadiran alat berat ini disambut antusias warga karena mempercepat pemulihan jalur vital bagi logistik maupun aktivitas harian masyarakat.
Salurkan Bantuan Sembako ke Warga Terdampak
Dua tokoh masyarakat Taput Binton Simorangkir dan Juliski Simorangkir menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir dan longsor di salah satu desa di Kecamatan Adian Koting Tapanuli Utara Warga tampak menerima paket bantuan berupa beras minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya Daniel HeriNusantaraTopco
Dalam kunjungan yang sama, Binton Simorangkir bersama tokoh masyarakat lainnya, Juliski Simorangkir, juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak di salah satu desa di Kecamatan Adian Koting.
“Ini yang mampu kami berikan. Kita berharap Tuhan menjauhkan segala bencana dan memberi kesehatan. Kita berdoa agar Tuhan menemani setiap aktivitas kita,” ujar Juliski sembari menyerahkan bantuan.
Bantuan yang disalurkan berupa beras, mie instan, dan minyak goreng. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari warga yang sejak awal bencana mengalami keterbatasan akses logistik.
Upaya kedua tokoh masyarakat tersebut diharapkan dapat mempercepat normalisasi akses transportasi serta membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir dan longsor di Adian Koting.