Teknologi & Digital

Misi NASA MAVEN Berakhir Setelah 11 Tahun Mengorbit Mars

×

Misi NASA MAVEN Berakhir Setelah 11 Tahun Mengorbit Mars

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi wahana antariksa MAVEN milik NASA saat mengorbit Planet Mars. Sejak memasuki orbit Mars pada 2014, MAVEN telah lebih dari 11 tahun mempelajari atmosfer bagian atas, ionosfer, serta interaksi Mars dengan Matahari dan angin surya untuk meneliti hilangnya atmosfer Planet Merah ke luar angkasa. Foto: NASA/Goddard/University of Colorado/Laboratory for Atmospheric and Space Physics.

Medan, NusantaraTop.co – Misi wahana antariksa NASA MAVEN (Mars Atmosphere and Volatile Evolution) resmi berakhir setelah lebih dari 11 tahun mengorbit Planet Mars dan melampaui satu dekade masa tugas utamanya.

NASA mengumumkan bahwa wahana tersebut terakhir kali terdeteksi pada 6 Desember 2025 setelah mengalami hilang sinyal secara tak terduga saat berada di balik Planet Merah.

MAVEN merupakan misi pertama NASA yang secara khusus ditugaskan untuk mempelajari atmosfer Mars serta bagaimana atmosfer tersebut berevolusi dan hilang ke luar angkasa seiring waktu.

NASA kemudian membentuk tim investigasi pada Februari 2026 untuk mengevaluasi upaya pemulihan serta kondisi terakhir pesawat antariksa tersebut. Hasil investigasi menyimpulkan bahwa MAVEN tidak lagi dapat dipulihkan dan sudah tidak mampu menjalankan misi ilmiah maupun relay data.

Sebelum hilang kontak, telemetri menunjukkan seluruh sistem wahana berfungsi normal. Namun setelah muncul kembali dari balik Mars, jaringan Deep Space Network (DSN) NASA tidak lagi menerima sinyal.

Analisis data radio menunjukkan MAVEN berada dalam mode aman dan berputar dengan kecepatan tidak normal. Kondisi itu diduga menyebabkan baterai terkuras habis hingga sistem komunikasi kehilangan daya secara permanen.

Meski penyebab utama gangguan masih diselidiki, NASA telah memulai proses penghentian resmi misi MAVEN dan mengarsipkan seluruh data ilmiah untuk komunitas sains dunia.

Direktur Divisi Ilmu Planet NASA, Louise Prockter, mengatakan data MAVEN sangat penting untuk memahami kondisi Mars sebelum manusia dikirim ke planet tersebut.

“Ilmu pengetahuan yang diberikan MAVEN menjadi kunci untuk menentukan perlindungan radiasi dan langkah keselamatan sebelum manusia dikirim ke Mars,” ujarnya.

Diluncurkan pada November 2013, MAVEN mempelajari atmosfer bagian atas Mars, ionosfer, serta interaksi planet tersebut dengan Matahari guna memahami bagaimana Mars kehilangan atmosfernya.

Penelitian ini membantu ilmuwan memahami sejarah iklim Mars, keberadaan air cair di masa lalu, hingga kemungkinan planet tersebut pernah layak dihuni.

Peneliti utama MAVEN dari University of Colorado Boulder, Shannon Curry, menyebut misi tersebut telah membawa terobosan besar dalam pemahaman atmosfer Mars.

“Dataset MAVEN memiliki dampak luar biasa bagi dunia sains. Tim kami sangat bangga dengan berbagai penemuan penting selama misi ini,” katanya.

Selama bertugas, MAVEN menghasilkan berbagai penemuan penting, termasuk dampak badai Matahari terhadap atmosfer Mars, fenomena aurora di Planet Merah, hingga proses hilangnya atmosfer ke luar angkasa.

Pada 2018, MAVEN juga mempelajari badai debu global yang menyelimuti Mars dan menemukan bahwa badai tersebut mempercepat hilangnya air ke luar angkasa.

Selain penelitian Mars, MAVEN turut membantu pengamatan komet 3I/ATLAS dengan mengambil citra ultraviolet resolusi tinggi untuk mempelajari komposisi komet tersebut.

Selama masa operasinya, tim ilmiah MAVEN telah menghasilkan lebih dari 800 publikasi ilmiah.

Tak hanya menjalankan misi sains, MAVEN juga berperan penting dalam jaringan komunikasi Mars milik NASA dengan meneruskan data dari rover di permukaan Mars ke Bumi. Wahana ini bahkan mencatat rekor tata surya sebagai pengirim data terbanyak dari planet lain dalam satu hari.

Sumber: NASA

Editor : Pahotan M Hutagalung

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights